Pentingnya Bicarakan Infertilitas Sebelum Menikah

Talkshow “Premarital & Kesehatan Wanita di Wang Dynasty Restorant Sopar mal. Sabtu (11/4/2015)

JO, Solo – Penyebab infertilitas yang umumnya ditemukan pada pria diantaranya gangguan seksual, menderita diabetes melitus, adanya kelainan hormonal, sumbatan pada saluran sperma, infeksi buah zakar dan kelainan bawaan dalam struktur organ reproduksinya.

Selain itu, produksi sperma dapat mengalami kondisi abnormal, disebabkan oleh gangguan hormonal dan non hormonal (suhu panas, riwayat penyakit diabetes melitus, infeksi, varises pada testis atau varicoceles, merokok, dan kebiasaan mengonsumsi alkohol).

Sedangkan pada wanita, penyebab gangguan kesehatan reproduksi bisa beragam, mulai dari gangguan hormon, penyakit infeksi panggul, infertilitas, kista hingga kanker leher rahim. Hal inilah yang seringkali dihadapi para pasangan sehingga sulit untuk memperoleh keturunan.

Laboratorium Klinik Prodia mengadakan Talkshow “Premarital & Kesehatan Wanita” menghadirkan nara sumber dr. M. Adrianes Bachnas, SpOG(K)FM, R. Beppy H, M. Kes.Apt dan dr. Cindy L Loekito selaku moderator di Wang Dynasty Restorant Sopar mal. Sabtu (11/4/2015)

“Kesehatan reproduksi merupaka tanggung jawab diri kita sendiri, namun untuk pasangan yang serius dan merencanakan untuk menikah, baik pria maupun wanita harus saling berperan dan mendukung dalam menjaga kesehatan reproduksinya.

Dengan memberi perhatian khusus pada kesehatan reproduksi maka kita telah memberi peluang yang besar untuk menghasilan generasi yang sehat,” terang dr. Adrianes Bachnas pada talkshow kali ini.

Berdasarkan hal tersebut, dibutuhkan suatu pemeriksaan khusus bagi para pasangan yang akan melangsungkan pernikahan. Pemeriksaan lengkap ini tercakup dalam suatu panel khusus yang disediakan oleh Laboratorium Klinik Prodia, yaitu Premarital Check Up.

Panel ini merupakan sekumpulan pemeriksaan laboratorium untuk memastikan status kesehatan kedua calon mempelai, terutama untuk mendeteksi adanya penyakit menular, menahun atau diturunkan yang dapat mempengaruhi kesuburan pasangan maupun kesehatan janin.

Pemeriksaan ini juga berfungsi sebagai tindakan preventif/pencegahan terhadap masalah kesehatan terkait kesuburan dan penyakit yang diturunkan secara genetik.

Sudah sejak lama Laboratorium Klinik Prodia menyerukan akan arti pentingnya Premarital Check Up melalui berbagiai bentuk edukasi, diantaranya brosur, boklet, seminar atu talshow dan ke ikut serta dalam beberapa wedding exhibition.

“Tidak ada batasan waktu secara pasti untuk melakukan Premarital Check Up. Namun enam bulan menjelang pernikahan yang paling ideal dilakukan. Pertimbangannya, bila ditemukan adanya masalah pada hasil pemeriksaan masih cukup waktu untuk melakukan konseling dan memutuskan penangana yang tepat terhadap masalah yang ditemukan,” jelas Beppy.

Premarital Check Up, tambah Beppy, merupakan pemeriksaan kesehatan sebelum menika adalah investasi panjang dalam perjalanan bahtera kehidupan kedepannya.

“Jangan sampai kita baru tersadarkan ketika masalah kesehatan terlanjur menimpa diri sendiri, pasangan atau bahkan anak yang dilahiran kelak, padahal sebetulnya hal itu bisa dicegah bila diketahui sejak awal,” tambahnya. – ian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *