Tindak Pidana Pajak di Penjara

JO, Solo – Ariyandi alias Andi (31) akhirnya di jatuhi hukuman satu tahun enam bulan oleh Majelis hakim Pengadilan Negeri Surakarta, atas tindak pidana perpajakan yang dilakukannya. Kamis (9/4/2015).

Pemilik PT Indo Prima Farma di Laweyan, Solo ini oleh Ketua majelis hakim, PolinTampubolon dinyatakan bersalah secara menyakinkan telah melakukan tindak pidana di bidang perpajakan.

Majelis Hakim menyatakan terdakwa dengan sengaja menyalahgunakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) atau pengukuhan kena pajak atas nama PT Indo Prima Farma, NPWP 01.752.342.4-526.000, sesuai dengan pasal 39 ayat (1) huruf b Undang Undang No.6/1983, tentang Ketentuan Umum serta Tata Cara Perpajakan, sebagai mana telah diubah dengan UU No.28/2007.

Majelis hakim juga memutuskan kepada terdakwa Ariyandi alias Andi dengan denda uang senilai Rp2,1 miliar.Namun, jika terdakwa dikemudian hari tidak mampu membayar dendanya, maka dapat menggantinya dengan hukuman penjara selama enam bulan.

Terdakwa yang didampingi oleh penasihat hukumnya, yakni Sigit Sudibyanto, menanggapi atas putusan hakim tersebut menyatakan menerima dan tidak menempuh banding. Hal ini, juga dilakukan oleh jaksa penuntut umum, Budi Sulistiyanto, yang sebelumnya telah menuntut terdakwa penjara selama dua tahun enam bulan, dan denda Rp 2,1 milliar. – tyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *