Reformasi Dan Gazwah Al-Fikr Dikalangan Aktifis.

Menjaga Nasionalisme Ditengah Upaya Penegakan Khilafah Islamiyah Di Indonesia

JO, Sukoharjo – Lembaga Al Birru berencana menggelar Diskusi Publik pada Rabu, 22 April 2015, Jam 12.00 WIB – selesai di RM. Embun Pagi – Bendosari, Sukoharjo. Dialog Publik tentang nasionalisme dan khilafah Islamiyah, guna memberikan pengertian kepada masyarakat tentang kewajiban beragama dan bernegara yang baik

“Tersosialisasinya konsep dan pengertian masyarakat tentang kewajiban beragama dan bernegara yang baik,” ungkap Ahmad Safari, Ketua Lembaga Al Birru, dikantornya. Jumat (17/4/2015)

Tujuan lain yakni terhindarinya upaya pertentangan ajaran (syariat) agama dengan ideologi negara, Terbangunnya sinergitas diantara pemuka agama dengan dukungan penuh masyakarat dalam mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia

Sementara, wacana khas reformasi sendiri meninggalkan nuansa stagnan dan diktaktor yang pernah disajikan rezim orde baru. Terjadilah pergulatan pikiran (gazwah al-fikr) dikalangan aktifis.

Penetrasi kaum fundamental ini kebanyakan kebetulan berasal dari timur tengah. Di bidang pergerakan mahasiswa kalangan ini bergerak dengan menggunakan fashion sebagai “brand product” golongan mereka.

Rekrutmen anggota lewat tema up to date, mereka menawarkan konsep-konsep khilafah (kepemimpinan Islam) lewat penegakan syariah. Penetrasi ideologi ini berjalan mulus untuk menstimulus pikiran anggotanya, guna menjegal konsep ideologi Pancasila dengan konsep Khilafah yang diusungnya.

Secara tidak sadar, kedua arus ini telah melakukan infiltrasi ideologi baru dan menjegal kemapanan ideologi Pancasila yang sudah berakar kuat di sanubari masyarakat Indonesia.

Dialog Publik menghadirkan narasumber anatara lain Drs. H. Abdullah Faishol, M. Hum – Katib Syuriah PCNU Sukoharjo, sekaligus Direktur Aswaja Institute. Ustadz Sholahuddin Sirizar, Lc. MA – Direktur Ponpes Imam Syuhodo Sukoharjo, dan Dr. Muththohharun Jinan, MA – Direktur Ponpes Muhammadiyah Nuriyah Shabran Sukoharjo.

Setidaknya akan dihadiri seratusan peserta dari Perwakilan Ormas Islam, Perwakilan Ormas Kepemudaan, Perwakilan Mahasiswa dan Pelajar, Perwakilan Mahasantri dan Santri serta Media. – ian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *