Prodia Gelar Seminar “Autoimmune Disease”

JO, Solo – Laboratorium Klinik Prodia Solo, Sabtu (18/4/2015), menggelar Seminar “Autoimmune Disease” di Aston Solo Hotel. Prodia mendatangkan dua narasumber masing-masing dr. Arief Nurudhin, SpPD Divisi Remato Imunologi SMF Ilmu Penyakit Dalam FK UNS/ RS. Dr. Moewardi Surakarta, dan dr. Nanang Sukmana, SpPD-KAI Divisi Alergi-Imunologi Klinik FK AUI/RSCM Jakarta.

Seminar dokter ahli ini menyampaikan materi berbeda. Arief Nurudhin menjelaskan mengenai Patogenesis Dan Penatalaksanaan Autoimun Fokus Pada Lupus Eritematosus Sistemik dan Nanang Sukmana menjelaskan tentang Laboratory Test For Autoimmune Disease: New Screening and Dignostic Tool.

Regional Marketing Manager Laboratorium Klinik Prodia area Jateng, Rambu Beppy Hamuaty, M.Kes., Apt mengatakan, seminar-seminar seperti ini perlu dilakukan. Tujuannya untuk sharing ilmu manfaat pemeriksaan laboratorium  bagi para dokter di Solo dan sekitarnya.

“Seminar diselenggarakan sebagai sharing ilmu manfaat pemeriksaan laboratorium terkait autoimun disease tentang ilmu kedokteran dan kita ambil dokter yang memang pakar,” kata Beppy, ditemui disela seminar.

Prodia, tambah Beppy, mempunyai visi menyampaikan ilmu-ilmu kedokteran mutakhir ke seluruh daerah, dimana Laboratorium ini ada, tidak hanya di kota-kota besar. Apalagi Klinik Prodia sudah berada di hampir semua kota di Indonesia. “Jadi ilmu kedokteran harus merata di semua kota,” ujar Beppy.

Dengan adanya seminar, maka para dokter di daerah pun bisa mengakses ilmu tentang kedokteran. Tema seminar pun tergantung dari kuesioner atau permasalahan kesehatan yang terjadi dimasyarakat.

Dengan seminar kesehatan untuk para dokter, diharapkan para dokter bisa lebih memperdalam ilmu kedokterannya. Dengan begitu sudah bisa membantu Prodia mendiagnosa penyakit-penyakit pasien. Seminar diikuti 200 an peserta.

“Seminar untuk para dokter yang besar seperti ini rutin dilakukan setiap semester sekali, disamping juga bekerja sama dengan beberapa rumah sakit, edukasi yang Prodia lakukan tidak hanya pada masyarakat awam saja, termasuk universitas dengan menggandeng FK nya,” pungkas Beppy. – ian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *