Ngamuk di Pasar, Polisi & Satpam Terluka

JO, Sukoharjo – Suasana pasar Ir Soekarno, Selasa (21/4) siang kemarin gempar. Saat mendadak datang seoang lelaki mengamuk di depan pasar, tepatnya di tengah jalan pas depan Mako Satlantas Polres Sukoharjo. Aksi ini sempat melukai seorang satpam Pasar Soekarno dan petugas Satlantas Polres Sukoharjo.

Lelaki yang diketahui bernama Kresek (33) warga desa Bendosari Kecamatan Sukoharjo, tersebut sekitar pukul 12.00 tiba didepan pasar. Ia mengenakan celana pendek dan baju putih, sambil tangannya membawa dua bilah senjata tanam seperti pedagang dan sepotong kain putih. Sesekali Kresek mengayunkan pedangnya hingga membuat warga ketakutan.

Petugas Satlantas dan Polsek Sukoharjo Kota dan sejumlah aparat TNI mencoba untuk menenangkan Kresek, namun gagal. Bahkan Kresek sempat melukai dua orang, yakni satpam pasar dan Brigadir Anggara, anggota Satlantas.

Tiba-tiba Kresek kabur kearah pemukiman warga padat penduduk. Di tengah kampung, polisi bersama warga berusaha menghentikan aksi yang membahayakan ini dengan membawa balok kayu dan benda seadanya, setelah sempat dikroyok akhirnya Kresem berhasil dilumpuhkan dan langsung dibawa ke RSUD Sukoharjo.

“Tadi memang ada orang yang membahayakan masyarakat, ia membawa senjata tajam, bahkan sempat melukai warga dan anggota Satlantas. Namun akhirnya pelaku berhasil diringkus. Memang kita biarkan lari agar kecapekan, setelah capek pasti mudah untuk dilumpuhkan, dan ternyata benar, orang ini kita lumpuhkan di dekat rumah sakit dan langsung dirawat karena mendapat beberapa luka ringan,” tandas Kasat Lantas Polres Sukoharjo AKP Maryadi yang ikut melakukan pengejaran.

Menurut informasi, diketahui lelaki yang biasa dipanggil Kresek tersebut tidak gila, hanya saja setelah perceraiannya dengan istrinya, hingga dua anaknya harus dibawa istri dan diasuh oleh kerabatnya, ia sedikit mengalami gangguan kejiwaan.

Kresek yang keseharian memungut barang bekas tersebut juga diduga memperdalam ilmu-ilmu kesaktian. Dan warga sekitar menduga perilaku Kresek juga dipengaruhi akibat nglakoni ilmu tersebut.

“Sejak cerai Kresek kata warga kedanan (kesengsem/tergila-gila) sama wanita ditambah katanya nglakoni ilmu, jadi perilakunya berubah aneh,” kata Yani, salah satu tetangga Kresek yang kebetulan melihat aksi ngamuknya Kresek di Pasar Ir Soekarno. – jia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *