HMI: Demokrasi Kita Kental Bercorak Eliti

JO, Solo – Dialog Publik Dalam Rangka Refleksi Hari Kebangkitan Nasional dengan tema “Reorientasi Gerakan Mahasiswa Untuk Kemakmuran Rakyat” yang diselenggarakan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama’ (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama’ (IPPNU) Surakarta dan Sukoharjo.

Menghadirkan narasumber Devit Zainudin, Ketua PMII Sukoharjo ‘Gerakan PMII Sukoharjo’ – Detji Kory Elianor Rooseveld Nuban, GMKI Surakarta – ‘Peran GKMI Dalam Membela Rakyat’, Eko Pujianto, Presiden BEM Universitas Sebelas Maret- ‘Peran Negarawan Untuk Kemkmuan Rakyat’, Dipo Wijoyo, HMI Surakarta – ‘Peran HMI Dalam Memperjuangkan Kepentingan Ummat’

“PMII lahir dari sebuah keyakinan bahwa kekuatan mahasiswa itu pada kekuatan daya penalarannya, namun bukan berarti hanya menjadi pekerja otak semata, dan terjerumus pada aksi-aksi temporer tanpa konsepsi yang jelas, melainkan memiliki keteguhan untuk tidak pernah lelah menjaga komitmen mengabdikan diri kepada masyarakat, demi tegaknya keadilan sosial sebagai cita-cita kemerdekaan bangsa ini,” papar Devit Zainudin, Ketua PMII Sukoharjo.

Dialog Publik ini dimaksudkan guna melakukan Reorientasi Gerakan Mahasiswa Untuk Kemakmuran Rakyat. “Sebagai tokoh intelektual, mahasiswa dalam pergerakannya tidaklah melepaskan karakter kritis dan ilmiah. Seluruh gerakanya diawali dengan diskusi-diskusi mendalam tentang suatu kondisi dan situasi yang terjadi dalam masyarakat,” ujar Detji Kory Elianor Rooseveld Nuban, GMKI Surakarta, pada paparan materinya.

Dialog Pubik dimaksud meminta masukan dari seluruh aktifis gerakan mahasiswa dalam menyusun konsep pergerakan mahasiswa untuk kemakmuran rakyat.

“Reduksi pikiran semakin menjadi penting jika kita melihat bagaimana terhambatnya pembangunan negeri ini akibat makin merebaknya korupsi, pembajakan nilai demokrasi dengan adanya keributan internal partai politik dan menguatnya nafsu para elit yang sibuk bertengkar demi segepok uang tanpa memperhatikan pembangunan yang terbengkelai dan nasib rakyat yang tak terurus,” ungkap Eko Pujianto, Presiden BEM Universitas Sebelas Maret, dalam makalahnya ‘Peran Negarawan Untuk Kemkmuan Rakyat’

Dialog publik berlangsung tertib, setidaknya diikuti oleh ratusan mahasiswa dari berbagi perguruan tinggi di Solo Raya, dilaksanakan di RM. Dapur Ndeso Nogiri Mbak Yun Jl. Dr. Cipto Mangunkusumo 42 Mangkubumen Banjarsari, sebelah Timur Solo Paragon Mall.

“Demokrasi kita belakangan ditengarai kental bercorak eliti, memisahkan para pelaku dan pegiat demokrasi berdasar peran fungsional bukan substansial.” terang Dipo Wijoyo, HMI Surakarta, pada makalahnya berjudul ‘Peran HMI Dalam Memperjuangkan Kepentingan Ummat’ .

Keganjilan praktek demokrasi kita, lanjut Dipo, ditandai munculnya oligarki yang melulu melayani kepentingan segelintir elit diatas prioritas kebutuhan rakyat.

Menurutnya, kinerja lembaga-lembaga demokrasi yang semakin rendah sejalan dan sebangun dengan merosotnya harapan rakyat terhadap porsedur demokrasi menjurus ketidakpercayaan seperti terlihat pada peningkatan jumlah golput dalam banyak pilkada. – ian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *