Chef ICA Kagumi Kreatifitas Menu Non Beras PKK Sukoharjo

JO, Sukoharjo – Sejumlah chef atau juru masak hotel dan restoran yang tergabung dalam Indonesian Chef Association (ICA) Solo Raya kagum dengan kreatifitas dan keragaman menu makanan non beras yang disajikan ibu-ibu PKK Sukoharjo.

“Wah tidak kalah dengan chef hotel dan restoran nih masakannya. Ternyata olahan makanan yang selama ini disebut makanan kampung bisa disajikan dengan cantik,” ungkap Chef Hendro Ketua ICA Solo Raya, saat menjadi juri dalam lomba cipta menu non beras dan terigu yang digelar Pokja III PKK Sukoharjo, Selasa (19/5/2015).

Ada 12 tim peserta lomba wakil dari 12 kecamatan se Sukoharjo adu kreatifitas menu bergizi, beragam, seimbang dan aman (B2SA) bahan makanan lokal non beras dan terigu. Sejumlah menu yang disajikan pengganti nasi antara lain cantel, nasi jagung, sawut, tiwul dan umbi-umbian. Untuk lauknya berbagai variasi olahan tempe, tahu dan ikan. Untuk sayuran ada olahan genjer, daun papaya, daun singkong, daun katuk dan masih banyak lagi.

“Semua enak dan kreatif, hanya perlu sentuhan pengemasan makanan saja. Sudah layak jual atau dipasarkan. Karena saat ini banyak resto yang menjual menu-menu kampung atau ndeso,” imbuh Hendro.

Ketua TP PKK, Ety Wardoyo, menambahkan bahwa PKK Sukoharjo terus gencar melakukan sosialisasi pemenuhan gizi dari makanan non beras sekaligus mendorong keluarga untuk memiliki tanaman sayur dan toga sendiri di rumah.

“Untuk sosialisasi makanan non beras terus digalakkan. PKK juga mendorong kreatifitas ibu-ibu, salah satuya dengan melalui lomba yang digelar secara berkala ini. Selain itu PKK juga mendorong kaum ibu untuk bisa meningkatkan pendapatan keluarga dengan pengembangan bisnis makanan rumahan, nanti akan dibina oleh PKK dibantu pemerintah,” tandas Ety Wardoyo. – jia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *