Industri TPT Pilih Rumahkan Karyawan

JO, Solo – Kondisi triwulan pertama 2015 masih cukup baik karena adanya order atau pesanan tekstil dan produk tekstil (TPT) dari tahun sebelumnya. Namun memasuki April, kinerja perusahaan menurun seiring turunnya pertumbuhan ekonomi dari 5,6% menjadi 4,7%.

Wakil Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jateng, Liliek Setiawan menyatakan, beberapa perusahaan tekstil di Jateng telah mengurangi jam kerja, PHK atau menghentikan operasional pabrik, walaupun secara pasti belum diketahuinya jumlahnya.

“Karyawan yang dirumahkan tetap diberi gaji sebanyak 50%,” terang Lilik, disela acara Gathering Bisnis Getasean.com, Posen In hotel. Selasa (20/5/2015)

Hal tersebut dilakukan, menurut Lilik, untuk mengikat karyawan sehingga ketika pabrik kembali beroperasi, tidak perlu lagi mencari tenaga kerja.

Pasar saat ini lesu, tambahya, tidak hanya di dalam negeri tapi juga luar negeri seiring dengan menguatnya nilai tukar terhadap dolar AS.

“Kita tidak tahu sampai kapan kondisi akan kembali normal. Karena masih ada ancaman The Fed, bank sentral AS, menaikkan suku bunga. Apabila hal itu dilakukan, akan banyak investasi yang lari keluar negeri dan membuat bisnis dalam negeri semakin sulit,” pungkasnya. – ian