Launching Kondotel Syariah Hotel Solo

JO, Sukoharjo – Masih menjadi Hotel Syariah terbesar di Indonesia, Syariah Hotel Solo terus menunjukkan eksistensinya di kancah dunia property tanah air. Agar kian berkembang, hotel bintang empat milik Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto ini pun terus menunjukkan sepak terjangnya. Dimana yang baru-baru ini adalah Syariah Hotel Solo menjadi pilot project pelaksanan system kondotel alias kondominium hotel (Kondotel) bagi para investor berasaskan syariah.

Direktur PT. Hotel Anom Solo Saranatama (HAS) selaku owning company Syariah Hotel Solo, Johny Subarkah menyatakan, dari beberapa hotel yang telah dimiliki oleh anak bungsu Mantan Presiden Soeharto ini, Syariah Hotel Solo pun diarahkan menjadi sebuh kondotel. Agar kemegahannya pun dapat turut dirasakan oleh seluruh ummat umum, namun tetap dengan menerapkan asas jual beli berpegang teguh pada prinsip syariah.

DSC_1277“Dengan telah dijadikan sebagai sebuah kondotel, bagi ummat yang ingin berinvestasi property hotel tidak perlu mengeluarkan uang yang bermilyar-milyaran rupiah jumlahnya. Yakni bisa memilikinya hanya dengan 1-2 kamar saja, tentu dengan fasilitas yang dapat dinikmati seluruhnya di Syariah Hotel Solo,”kata Johny.

Dipaparkan Johny, sebagai langkah permulaan, Syariah Hotel Solo menawarkan 150 unit kamarnya untuk dijadikan kondotel dan siap diperjual belikan untuk umum, mulai dari tipe standard, superior, deluxe, hingga family suit. Dengan harga kondotel mulai Rp 640 juta per kamar, para investor nantinya akan diberikan garansi dua kali umroh per tahun selama dua tahun berturut-turut.

Di sisi lain, untuk pembagian keuntungan yang akan ditawarkan ia menuturkan akan dibagi secara adil atau 50:50 antara pihak hotel dan investor, dihitung dari total kamar Syariah Hotel Solo yang ada. Sedangkan, untuk transaksi pembelianya bisa dilakukan cash maupun kredit, dengan menggandeng perbankan. Namun untuk manajemen operasionalnya tetap Syariah Hotel Solo yang akan mengelola nantinya.

“Sebenarnya konsep bangunan kondotel ini berasal dari permintaan pasar, yang ingin berinvestasi property berprinsip syariah. Dan kami lihat ke depan pun, trennya begitu positif seiring dengan bermunculannya perusahaan yang menggunakan prinsip syariah juga,”pungkasnya. – ita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *