Warga Protes BLT Diambil Pamong Desa

JO, Sukoharjo – Sejumlah warga desa Kudu, khususnya dukuh Bowan RT 3 RW 5, melakukan aksi protes dan keprihatinan atas dugaan penilepan uang BLT (bantuan langsung tunai) yang diduga dilakukan oleh pamong desa Kudu.

Spanduk bertuliskan ‘E Alaah Nasibpe Wong Cillik Entuk Jatah BLT Wae Ora Sido Tekan Gone Kok Yo Tegel Tegelmen To Pak Pak’ ‘kudu bersatu kudu maju’ atas nama warga Kudu. Sebanyak 2 spanduk dipasang di pertigaan jalan desa dan didepan pos ronda RT 3 RW 5. Kamis (21/5/2015)

Ditemui di lokasi, Sutrisno (50) warga setempat mengakui ia dan sejumlah warga yang memasang spanduk tersebut. Bahkan keberadaan spanduk sudah diketahui oleh pamong desa dan diminta dilepas namun warga menolaknya.

“Pemasangan sebagai bentuk protes ini menyikapi kejadian soal dana BLT yang kemarin geger. Sebelumnya warga desa Sawahan dan Ngablak geger karena ada warganya yang harusnya menerima BLT tapi tidak. Ternyata setelah di cek ke kantor pos, atas nama warga sudah diambil oleh pamong desa. Tapi informasinya secara diam-diam sekitar 9 warga akhirnya menerima BLT masing-masing sebesar Rp 1 juta. Lha sekarang terdengar warga Bowan, giliran kami yang protes,” kata Sutrisno, Jumat (22/5/2015).

Sutrisno mengaku ia memang bukan penerima BLT, namun ia ingin ada keadilan untuk para tetangganya. Dari daftar penerima sebelumnya, diketahui ada 18 nama warga RT 3 yang dapat BLT, namun informasinya semuanya tidak terima dan diganti 9 nama warga penerima baru. Yang mengejutkan ada seorang warga, Joko, pemilik sebuah warung, seminggu lalu mengaku didatangi pamong desa dan tiba-tiba diberi uang Rp 1 juta dipotong 50 ribu.

“Katanya uang bantuan, namun tidak tahu bantuan apa,” imbuh Sutrisno.

Haryono (49) warga Sawahan membenarkan terjadi keributan di kampungnya minggu kemarin, melihat peristiwa tersebut warga mulai curiga pada kinerja pamong desa Kudu.

“Ada sejumlah keanehan, pertama nama penerima BLT berbeda dengan daftar sebelumnya. Setelah dikoscek ke Kantor Pos ternyata nama tersebut masih ada dan uang sudah diambil yang diduga diambil oleh pamong. Penyerahan dana bantuan yang mungkin BLT sebelumnya dilakukan langsung oleh pak bayan dengan diam-diam dan tidak boleh bilang siapa siapa. Warga jadi curiga pamong desa curang,” ungkap Haryono warga dukuh Sawahan.

Warga mengaku sudah mencoba melakukan konfirmasi pada pamong desa ataupun kepala desa Sinung, namun belum berhasil. Warga juga meminta informasi dari salah satu anggota DPRD Sukoharjo yang tinggal di wilayah tersebut yakni Endra Gunawan, namun masih akan dicek data terlebih dulu.

Dikonfirmasi, Endra Gunawan mengaku sudah menerima keluhan warga Kudu, saat ini ia masih menunggu data pasti penerima BLT untuk desa Kudu melalui Dinas Sosial.

“Saya akan membantu mencarikan data untuk warga Kudu, tadi saya sudah ke Dinas Sosial baru akan dicarikan. Masalah ini harus diselesaikan agar tidak menjadi masalah,” ungkap Endra Gunawan. – jia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *