Srawung Mahasiswa Solo Raya, Bangun Karakter

JO, Solo – Barisan Mahasiswa Independen Indonesia (BMII) menyelenggarakan Srawung Mahasiswa Soloraya di Graha Soloraya Kompleks Bakorwil Surakarta Jl. Slamet Riyadi No. 1 Pasar Kliwon Surakarta. Kamis (28/5/2015).

Ketua BMII Mohammad Zainuddin, mengatakan kalau pembangunan karakter bangsa diarahkan pada empat tataran besar yakni menjaga jati diri bangsa, menjaga keutuhan NKRI, membentuk masyarakat berakhlak mulia dan membentuk bangsa yang maju mandiri bermartabat. Beberapa urgensi yang melekat didalamnya antara lain karakter esensial menjaga agar generasi penerus tidak hilang.

IMG_20150528_142547“Kita harus memiliki semangat kebangkitan nasional. Bayangkan, betapa beratnya situasi dan kondisi para pemuda saat itu, berjuang hingga tetes darah terakhir untuk melepaskan diri dari penindasan penjajah. Pengorbanan mereka seharusnya mampu menyentuh jiwa dan mata hati kita,” papar Zainuddin, disela acara.

Penyelenggara menghadirkan narasumber Drs. Sugiaryo, SH, M.Pd, MH – Ketua PGRI Kota Surakarta dan H. Ahmad Hafidz, M. Ag – Dosen Syariah IAIN Surakarta, Yang dimoderatori Drs. Rusharjanto Ketua Forum Kebangsaan Surakarta (Forsa).

“Hari Kebangkitan Nasional yang diperingati setiap tahun merupakan momen tepat untuk melakukan pembenahan dan pembangunan pendidikan karakter bangsa. Pentingnya menggelorakan semangat kebangkitan dikalangan generasi muda sebagai penerus dan pewaris cita-cita bangsa,” papar Ahmad Hafidz.

Sedangkan guna memahami tonggak sejarah pergerakan nasional yang telah mengantar bangsa Indonesia menuju gerbang kemerdekaan, papar Sugiaryo, gelora itu tetap harus dikobarkan terlebih bertepatan dengan momentum Hari Kebangkitan Nasional.

“Selayaknya kebangkitan itu digemakan, ditransformasikan nilai perjuangan itu menjadi sikap dan watak pemuda bangsa dalam mengisi kemerdekaan dengan beragam hiruk pikuk pembangunan di segala bidang,” tambah Ketua PGRI Kota Surakarta itu.

Melemahnya komitmen kebangsaan, memudarnya etika kehidupan berbangsa, lemahnya kejujuran, diabaikannya norma hukum dan langkanya tokoh panutan dan derasnya pengaruh budaya asing akibat mudahnya akses informasi dewasa ini, diperlukan upaya untuk membangkitkan kembali nilai-nilai kebangsaan dan nasionalisme.

“Srawung Mahasiswa Soloraya” dengan tema “Dengan Semangat Harkitnas Kita Tumbuhkembangkan Semangat Generasi Muda Untuk Kemajuan” setidaknya diikuti oleh ratusan mahasiswa di Solo Raya. – ian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *