Kemitraan Alfamart Dan Koperasi

Berbincang – Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo (kedua dari kiri) berbincang mengenai perkembangan Tomira (Toko Milik Rakyat) dengan Corporate Affairs Director Alfamart Solihin (ketiga dari kiri) dalam Acara Gebyar Posdaya Kabupaten Kulon Progo, Selasa (14/4/2015).

JO, Kulon Progo  – Kemitraan Alfamart dengan pihak koperasi di Kulon Progo dalam bentuk Tomira (Toko Milik Rakyat) mendapat respons positif dari masyarakat setempat. Sejak diresmikan November lalu, Kulon Progo kini telah memiliki tiga Tomira yakni di wilayah Bendungan, Dekso, dan Jombokan yang kian hari kian ramai pengunjung.

Bupati Kulon Progo, Hasto Wardoyo mengatakan, kemitraan ini merupakan dukungan pengusaha ritel modern terhadap ekonomi kerakyatan. “Sambutannya positif, produk-produk lokal kini telah menemukan tempat yang tepat untuk dipasarkan,” kata Hasto, Selasa (14/4/2015).

Menurutnya, koperasi dipilih karena ia merupakan soko guru. “Koperasi menjadi tolok ukur perkembangan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat,” ujarnya.

Kemitraan ini sekaligus implementasi UU No. 20 tentang UMKM, pasal 25 (dua puluh lima) nomer 1 (satu) yang menyatakan Pemerintah, Pemerintah Daerah, Dunia Usaha, dan masyarakat memfasilitasi, mendukung, dan menstimulasi kegiatan kemitraan yang saling membutuhkan, mempercayai, memperkuat, dan menguntungkan.

Corporate Affairs Director Alfamart, Solihin mengatakan, konsep kemitraan ini sesuai dengan visi perusahaan yakni menjadi jaringan distribusi ritel yang berorientasi pada pemberdayaan pengusaha kecil.

“Melalui kemitraan ini, koperasi juga akan mendapatkan pengetahuan pengelolaan ritel modern, produk barang dagangan, dengan format seperti toko Alfamart, hanya saja merek toko menjadi Tomira,” jelas Solihin dalam kesempatan yang sama.
Manfaat lainnya, ketiga toko tersebut juga menjual item makanan yang diproduksi oleh UMKM setempat dengan standar yang telah ditentukan seperti PIRT, HKI, Halal MUI. Jenis produk UMKM yang dijual misalnya keripik belut, keripik pisang, wingko ijo, enting-enting kacang, gula semut, mina ikan goreng, dan masih banyak lagi.

Tomira juga mendatangkan manfaat dari sisi pemberdayaan manusia, dimana petugas toko tidak lain ialah karyawan koperasi yang bersangkutan. Tomira juga bisa dipakai sebagai pusat pelatihan untuk anggota koperasi, sehingga ke depannya diharapkan ada pengembangan pengelolaan toko, peningkatan kualitas SDM, transfer teknologi, dan transfer pengetahuan.

Sistem yang diterapkan dalam kemitraan ini sebetulnya mirip franchise, namun di sini tidak dikenakan goodwill fee dan royalty fee sehingga tidak membebani keuangan koperasi. Selain itu, Alfamart juga memberi pinjaman modal 100 persen dengan sistem pengembalian dari omzet penjualan.

“Kemitraan ini merupakan bentuk keberpihakan pengusaha besar terhadap pengusaha kecil. Jangka panjangnya, kami ingin agar sinergi semacam ini lebih diperkuat sehingga dalam menjalankan bisnis bisa maju bersama-sama,” jelasnya.

Untuk implementasi di lapangan, kemitraan Alfamart berjalan dengan 3 koperasi yakni Koperasi Serba Usaha (KSU) BMT Giri Makmur Girimulyo, Koppaneka Wates, dan Koperasi Bima Wates. Langkah yang dilakukan Alfamart ini sangat didukung oleh Koperasi dan Pemerintah daerah setempat. – san

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *