Sambut MEA 2015 Kompetensi SDM Koperasi Wajib Dibenahi

JO, Solo – Akhir tahun 2015 Indonesia memasuki era Masyarakat Ekonomi Asean, ada 11 negara diwilayah Asean yang membangun komunitas jalinan kerajasama dalam bidang perdagangan barang dan jasa. Barang dan jasa bebas ke luar masuk ke 11 negara tanpa hambatan yang berarti, sehingga MEA bisa menjadi ancaman maupun peluang, tergantung bagaimana kita mensikapinya.

“Bila kita tidak siap MEA berdampak negatif bagi kelangsungan usaha di Indonesia, tidak terkecuali koperasi. Koperasi yang diharapkan bisa menjadi soko guru perekonomian Indonesia, bisa semakin terpinggirkan. Satu-satunya cara menghadapi MEA agar tetap eksis, yang paling utama adalah merubah perilaku para pelaku koperasi. Harus berani melepaskan diri dari ketergantungan pemerintah. Selama ini banyak koperasi yang selalu berharap pada ulur tangan pemerintah “ papar staf pengajar program studi Akuntansi dan Magister Manajemen Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta, Drs. Suharno, MM, Akuntan, saat tampil sebagai narasumber talkshow “ Kesiapan Koperasi Memasuki MEA “, yang diselenggarakan Kopma UNS, bertempat di Aula Fakultas Hukum UNS (Kamis, 6/8).

Lebih lanjut, Suharno, menghimbau agar pengelola koperasi memiliki kompetensi dalam bidang manajemen dan leadership. Salah satu cara untuk memujudkan hal itu, maka para manajer dan pengurus koperasi harus mengikuti uji kompetensi, pengelola koperasi harus tersertifikasi, sebagaimana layaknya lembaga keuangan yang lain.

“Menjadi pengurus apalagi pengelola koperasi, tidak lagi bisa hanya sekedar untuk samben, namun harus betul-betul focus dan memiliki pengetahuan serta ketrampilan yang memadai “ ungkapnya.

Tampil sebagai narasumber lain, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Surakarta, Nur Hayani, SE, MM yang menyampaikan materi terkait dengan peran, tugas dan fungsi pemerintah dalam melakukan fasilitasi pengembangan koperasi. Pembicara ketiga , Pengurus Koperasi Parimas Surakarta, H. Eddy Santosa, Spd yang meminta agar pemerintah lebih serius dalam melakukan pembinaan dan pemberdayaan koperasi. – ian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *