Waspadai Penyakit Tanpa Gejala

dr. Grendi Faneri Yonarko, SpPD, M.Kes, dalam materi yang disampaikannya “Penyakit Degeneratif (diabetes, hipertensi dan penyakit kardiovaskuler), Dampak dan Pencegahannya”.

JO, Solo – Laboratorium Klinik Prodia konsen mengkampanyekan preventive medicine guna mencegah perkembangan penyakit degeneratif tersebut di Indonesia melalui roadshow talkshow di 18 kota besar, salah satunya kota Solo.

Roadshow talkshow Preventive Medicine: Yakin Sudah Merasa Sehat? dilaksanakan di Lobby Atrium Solo Paragon Mall, Minggu (9/8/2015). Narasumber yang hadir dalam talkshow tersebut yaitu dr. Grendi Faneri Yonarko, SpPD, M.Kes; Dr. Tonang Dwi Ardyanto, SpPK, PhD; dan Novi Hastuti, M.Sc, Apt sebagai moderator.

Melalui talkshow ini, masyarakat diharapkan mulai terbiasa menerapkan pola hidup sehat, mengerti pentingnya preventive medicine, dan mengenal beberapa pemeriksaan kesehatan terkait upaya preventif.

Dalam talkshow kali ini, jelas Maria Diah Fibriani, Branch Manager Prodia Solo, Prodia memberikan pendekatan yang lebih dalam mengenai prediabetes, dislipidemia, dan prehipertensi. “Ketiga gangguan kesehatan tersebut seringkali dianggap remeh oleh masyarakat, padahal apabila dibiarkan maka gangguan tersebut dapat menyebabkan berbagai penyakit kronis bahkan kematian,” terangnya.

“Prediabetes adalah kondisi dimana kadar gula darah diatas normal tapi masih dibawah batasan kadar gula kategori diabetes. Jika dibiarkan maka risiko terjadinya penyakit jantung dan pembuluh darah semakin besar,” papar dr. Grendi Faneri Yonarko, SpPD, M.Kes, dalam materi yang disampaikannya “Penyakit Degeneratif (diabetes, hipertensi dan penyakit kardiovaskuler), Dampak dan Pencegahannya”.

Bahkan setiap tahun, lanjut dr. Grendi, sekitar 1 dari 10 penyandang prediabetes dapat berkembang menjadi diabetes tipe 2. Jika tidak ditangani, penyandang diabetes tipe 2 dapat menyebabkan kebutaan, gagal ginjal, kerusakan saraf, penyakit jantung, dan stroke.

“Gangguan lain yang juga perlu diwaspadai adalah dislipidemia, yaitu kelainan metabolisme lemak yang ditandai dengan peningkatan maupun penurunan komponen lemak dalam darah,” tambahnya.

Dislipidemia dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah arteri koroner (aterosklerosis), sedangkan prehipertensi adalah keadaan di mana tekanan darah lebih tinggi dari yang seharusnya. Jika tidak ditangani sejak dini, prehipertensi berisiko menjadi hipertensi dan bahkan meningkatkan risiko terjadinya stroke, serangan jantung, gagal jantung, gagal ginjal, dan kebutaan. – ian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *