Timses Wardi ‘Warning’ Panwas

JO, Sukoharjo – Tim Sukses Wardi cabup dari PDIP, Nurjayanto mengaku berang dengan tudingan dari Panwaskab Sukoharjo yang mengatakan Sukoharjo sebagai pelanggar pemilukada tertinggi se Jawa Tengah. Ditambah tudingan PDIP melakukan mobilisasi PNS saat acara pendaftaran bacabup di KPU beberapa waktu lalu.

“Panwas jangan seperti LSM, bicara dulu tanpa bukti. Kami keberatan Sukoharjo disebut sebagai pelanggar tertinggi di Jateng, apalagi tidak ada buktinya. Tudingan ini sebagai bentuk provokasi pada masyarakat. padahal kita tahu kondisi peta politik Sukoharjo sudah kondusif jangan diperkeruh dengan pernyataan Panwas yang tidak benar,” ungkap Nurjayanto, kepada sejumlah wartawan.

Sebelumnya diketahui, Panwaskab Sukoharjo mengatakan bahwa di Sukoharjo terjadi sejumlah pelanggaran pemilukada, diantaranya mobilisasi PNS. Hal tersebut dicium panwaskab saat pelaksanaan pendaftaran Wardoyo Wijaya – Purwadi (Wardi) sebagai bakal calon bupati PDIP di KPU. Pada kesempatan tersebut panwas melihat ada sejumlah Camat dan PNS lainnya ikut hadir.

Ditambahkan Wardoyo Wijaya, sepengetahuannya PNS boleh berpolitik atau ikut kampanye dengan aturan tertentu, seperti tidak mengenakan atribut parpol dan tidak ikut berorasi.

“PNS boleh ikut kampanye, bebas menghadiri kampanye tentu saja dengan aturan tertentu. Kalau seperti kemarin (saat pendaftaran cabup PDIP) kan belum masa kampanye, lagipula mereka tidak mengenakan atribut partai ya sah sah saja,” imbuh Wardoyo.

Meskipun mengaku dirugikan dengan sentilan dari Panwaskab tersebut, Tim sukses Wardi mengaku tidak akan melakukan klarifikasi pada Panwaskab maupun pada pihak lain, hanya akan memberi pemjelasan pada masyarakat saja.

“Kami berharap pilkada lancar jangan dikotori dengan provokasi dan black campain. Politik itu seperti permainan, politik itu indah, yang tidak itu cara orang-orangnya.,” tandas Wardoyo.– jia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *