Nasionalisme Proteksi Ideologi Komunis

JO, Solo  – Memasuki 70 tahun Indonesia merdeka, faham komunis dalam berbagai rupa tersbeut masih menjadi ancaman. Strategi kewaspadaan nasional masih diperlukan untuk menangani ideologi komunisme yang diduga masih tumbuh di bumi nusantara ini. untuk penanganannya masih harus dilakukan dalam koridor hukum karena pelanggarnya pun dilakukan dengan prosedur dan mekanisme yuridis.

“Dalam hal ini kedudukan masyarakat sangat penting sebagai pusat informasi bagi aparatur negara, sedangkan yang bertindak adalah alat dan aparatur negara bidang penegakan hukum. Hal ini harus di tegaskan demi mencegah konflik horizontal, benturan fisik dan tragedi kemanusiaan sebagaimana pernah terjadi dalam catatan sejarah.” Ungkap Ustadz Ahmad Hafidh, A’wan Syuriah PCNU Sukoharjo sekaligus dosen IAIN Surakarta, dalam sebuah acara dialog menyoal komunis di RM Dapur Ndeso Mbak Yun Solo.

Menurutnya, kekuatan ideologi suatu bangsa berkait dengan tiga dimensi yaitu realitas (mencerminkan realitas suatu bangsa), idealis (kekuatan gagasan dan cita-cita), fleksibelitas (mempengaruhi dan beradaptasi perubahan dan perkembangan masyarakat. Dengan cara pandang itu maka ragam ideologi dalam suatu masyarakat ibarat sebuah pasar gagasan dengan warna-warni produk sosial, politik dan kebudayaan yang tumbuh dalam masyarakat seperti kapitalisme, liberalisme, sosialisme, komunisme, islam dan lain-lain. Ideologi yang lain hanyalah menjadi aspirasi yang secara laten akan muncul sebagai gagasan alternatif dalam dinamika kewargabangsaan.

Pada kesempatan dialog yang digelar Lembaga Bela Hamukti Palapa (LBHP), juga menghadirkan nara sumber dari latar belakang berbeda, yakni Drs. Supariadi (Dosen Fakultas Sejarah UNS) yang menyampaikan soal Sejarah dan Gerakan Faham Komunis di Indonesia, Ustadz Khairul RS (Ketua Garda Pembela Islam Jateng) yang dengan tegas menyatakan umat Islam siap membendung Komunisme di Indonesia, juga suara dari mahasiswa yang disampaikan Eko Pujianto (Presiden BEM UNS) dalam peran mahasiswa untuk mencegah gerakan faham komunis di kalangan generasi muda.

“Dalam dialog ini kamu mencoba memberi ruang dari berbagai kalangan untuk menyampaikan pendapatnya mengenai upaya mewaspadai gerakan komunis yang diduga masih hidup yakni dengan menumbuhkan semangat nasionalisme. Harapan kami dengan terselenggaranya Dialog Publik Refleksi 70 Kemerdekaan RI ini terbangunnya kesadaran bersama semua pihak untuk membendung pengaruh komunisme yang merasuki kehidupan berbangsa yang membahayakan NKRI,” ungkap Nunu Sugiyarno, ketua LBHP. – jia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *