Moratorium Hotel di Jogja Sementara

Ir. Susanto

JO, Jogja – Moratorium pembangunan properti khususnya hotel di Yogyakarta, tidak menjadi kendala bagi pelaku properti agen didaerah tersebut upaya mengembangkan bisnisnya. Terlebih moratorium sifatnya hanya menunda sementara supaya tercipta persaingan sehat di antara pengembang properti.

Operating Principal Keller Williams Solo, Solo Baru dan Jogja East, Susanto meyakini, hal itu akan dibuka kembali. Mengingat properti tidak hanya meliputi pembangunan hotel, tetapi juga gudang, rumah, tanah, hingga komplek pergudangan yang ke depan pasti dibutuhkan.

“Kami meliputi semua bidang properti baik komersial maupun residensial. Keller Williams ini dahulu namanya Ray White, namun kemudian berganti nama. Perusahaan yang berpusat di Amerika ini semacam perusahaan agen properti franchise,” kata Susanto, di sela-sela Gathering Grand Kamala Lagoon di Royal Ambarrukmo Hotel, Kamis (20/8/2015).

Salah satu kantor Keller Williams di Solo
Salah satu kantor Keller Williams di Solo

Antisipasi dibukanya kembali moratorium, pihaknya hingga akhir tahun 2015, berencana menambah empat kantor perwakilan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), setelah sebelumnya membuka di Kabupaten Sleman. Tepatnya di Jalan Laksda Adi Sucipto KM 7.5 Sleman DIY.

“Empat kantor tersebut nantinya berada di wilayah Kota Yogyakarta, Kabupaten Bantul, Kabupaten Gunungkidul, Kabupaten Kulonprogo, dan Kabupaten Gunungkidul,” tambah Susanto.

Di sisi lain, dengan kehadiran lima kantor perwakilan di DIY diharapkan dapat mencetak pengusaha-pengusaha properti ke depan. Tak hanya sekadar calo atau broker semata. Terkait hal itu, pihaknya memang sangat concern terhadap pendidikan yang diberikan kepada agen properti.

“Perbedaan dengan agen properti biasa bukan mencetak calo atau broker, tapi seharusnya mencetak pengusaha di bidang properti. Kelebihan kami dibandingkan lain (yakni tentang) sistem pendidikan,” kata dia.

Perihal waktu bekerja nantinya juga diatur oleh masing-masing agen. Dia mengemukakan, ada tujuh level agen properti sehingga sesama agen akan saling membantu dan tidak menganggap sebagai saingan. Namun sebelumnya mereka akan mendapat training dasar terlebih dahulu dan akan terus di-upgrade setiap waktu.

“Yogyakarta pasar yang cukup bagus, karena ini kota orang pintar. Mestinya bisa milih kalau kerja jual beli rumah, harus ada agen yang bisa berikan wawasan dan pengetahuan tentang konsultasi. Saat ini di Yogyakarta baru ada 10 agen (properti), kalau di Solo sudah 20-an,” imbuhnya.- ian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *