Aktivis Rentan Initimidasi

JO, Solo – Salim Kancil merupakan petani yang tergabung dalam aktivis lingkungan hidup dan tergabung dalam forum petani anti tambang. Salim dibunuh oleh puluhan orang pada Sabtu (26/9/2015) sesaat sebelum aksi penolakan tambang pasir di Desa Selok awar awar Kecamatan Pasirian Kab. Lumajang. Salim di serang massa hingga mengalami luka bacok dan luka di bagian lain tubuh dalam kondisi terikat, kemudian lehernya di gorok dengan gergaji. Di karenakan tidak mempan, akhirnya Salim dipukul dengan batu dan kayu berkali-kali sampai tewas.

“Bentuk penganiayaan Salim membuktikan bahwa kebebasan berpendapat belum terjamin di negeri yang katanya Demokrasi ini. Dunia aktivis rentan terhadap intimidasi, diculik, diteror bahkan di hilangkan nyawanya,”  terang Sunarto, Korlap Aksi.

Sementara, Devit Zainuddin Ketua Umum PMII Cabang Sukoharjo, menambahkan, dimana peran negara pada setiap kasus agraria? negara seakan lupa pada tugas dan fungsinya.

“Apakah falsafah negara tentang kemanusiaan yang adil dan beradab telah di telan korporasi raksasa? Mengapa tambang lebih mahal dari pada nyawa manusia? Fakta berbicara bahwa pemerintah seakan-akan lebih berpihak pada korporasi dari pada rakyat,” tegasnya, disela aksi. Jumat (2/10/2015).

Di karenakan berbagai hal di atas, PMII cabang Sukoharjo menyatakan sikap 1. Usut dan adili dalang di balik penganiayaan dan pembunuhan aktivis lingkungan Tosan dan Salim, 2. Mendesak pemerintah Kab. Lumajang untuk menutup seluruh penambangan pasir di pesisir selatan Kabupaten Lumajang, 3. Meminta LPSK untuk melindungi saksi dan korban

“Meminta Komnas HAM turun langsung untuk menginvestigasi kasus tersebut,” tegasnya.  Aksi diawali Long March dari depan kampus IAIN Surakarta menuju Bundaran Kartosuro. – ian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *