Laskar Islam Siap Bela Negara

JO, Sukoharjo – “Laskar tidak hanya membela agama, tapi juga siap berkorban demi negara,” papar Ustadz Muhammad Yusuf Arifin dari Hawariyun, pada kegiatan “Temu Aktivis Muda dan Laskar Islam” yang diselenggarakan oleh Majelis Hubbur Rasul dengan tema “Beda Tapi Mesra” bertempat di Aula Pondok Pesantren Al-Muayyad Windan, Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo. Sabtu (31/10/2015)

Ketika berada dalam kondisi damai dan tidak ada penyerangan dari negara lain, lanjut Ustadz Muhammad Yusuf Arifin, laskar akan lanjut membantu korban bencana alam, di antaranya ketika bencana Tsunami di Aceh dan gempa di Yogyakarta.

“Salah satu cara untuk menghindari debat dimasyarakat dan membangun ukhuwah Islamiyah adalah “ora usah digagas” atau tidak usah dipedulikan omongan orang lain yang hanya mencela,” terangnya lebih lanjut.

Sementara Ustadz Suprapto, dari Sekretaris Pemuda MTA, Beliau mengutip hadis dari Imam At-Tirmidzi, bahwa umat Islam belum dianggap beriman sampai mereka saling mencintai dan berkasih sayang, seperti halnya mencintai dirinya sendiri.

“Hal yang bisa dilakukan agar memunculkan rasa cinta adalah dengan mengucapkan salam saat bertemu satu sama lain. Kaum muslimin harus menjaga kehormatan, nyawa, dan harta saudaranya yang seiman,” tambah Ustadz Suprapto.

laskar 2aDi samping itu, kata Ustadz Suprapto, orang Islam dilarang menjelek-jelekkan muslim lainnya. Mencaci sesama muslim adalah perbuatan fasiq (jahat), Membunuh sesama muslim adalah perbuatan kafir. Muslim tidak boleh fanatik buta terhadap kelompok atau ashobiyah

Sementara pemakalah selanjutnya Ustadz Ali Mahbub, dari Gerakan Pemuda Ansor NU Wilayah Soloraya, lebih banyak menceritakan tentang KH. Hasyim Asy’ari, bahwa kala itu, beristikharah cukup lama karena banyak pertimbangan saat akan mendirikan organisasi masa (ormas)

Salah satu alasannya, beliau khawatir pendirian sebuah ormas justru akan memunculkan perpecahan di kalangan warga negara Indonesia. Tapi, setelah KH. Khalil dari Bangkalan memberikan restu kepada muridnya, KH. Hasyim Asy’ari, akhirnya beliau mengumpulkan ulama untuk membentuk organisasi Nahdlatul Ulama dengan tujuan membantu kemerdekaan Indonesia.

“Ukhuwah dipahami sebagai bentuk formulasi sikap persaudaraan, persatuan, dan kesatuan. Ini diilhami dari QS. Al-Hujurat ayat 12. Ukhuwah akan muncul jika ada dua hal yakni adanya persamaan dan kebutuhan,” imbuhnya

Di dalam NU, ada 5 prinsip dasar ukhuwah, yakni ta’aruf (saling kenal-mengenal), tasamuh (saling menghargai), ta’awun (saling menolong), tadhamun (saling mendukung), dan tarahum (saling menyayangi). Ukhuwah akan rusak jika ada : sakhriyah (penghinaan), al-‘, su’udzon (berburuk sangka), ghibah (membicarakan keburukan orang lain), tajassus (kecurigaan yang berlebihan) dan takabbur (sombong).

Sedangkan Ustadz Warsito Adnan dari Gema Syar’i (Gerakan Pengamalan Syariat Islam), menyampaikan point-point antara lain, beliau punya 9 anak, yang mengikuti ormas Islam yang beragam. Ada yang di NU, HTI, MTA, dan Salafi, padahal beliau sendiri yang mengajarkan pendidikan agama sejak kecil. Meski berbeda aliran dan pemahaman, anggota keluarganya selalu harmonis

“Gema Syari merupakan gerakan yang lintas negara, usia dan jenis kelamin, dan perbedaan merupakan sunnatullah yang tidak bisa dihindari,” paparnya.

Ustadz Joko Wuryanta, SH dari LDII, menyatakan bahwa ukhuwah adalah terikatnya hati karena kesamaan akidah, sehingga akan memunculkan simbiosis mutualisme.

“Berkat pengawalan dari teman-teman laskar, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah di Sukoharjo mengeluarkan perda pelarangan miras,” tegasnya.

Berdasarkan kasus itu, sudah terbukti bahwa ukhuwah membawa kemaslahatan bagi masyarakat Seorang muslim harus adil dan tidak membiarkan saudaranya muslim diperlakukan tidak adil oleh orang lain, lanjutnya.

Acara diikuti oleh sekitar 150 orang yang terdiri dari berbagai elemen seperti Gerakan Pemuda Ansor Nahdlatul Ulama, Lembaga Dakwah Islam Indonesia, Laskar Front Pembela Islam, Majelis Tafsir Al Qur’an, Forum Umat Islam Sragen, Gerakan Pengamal Syariah dan Laskar Hawariyun. – ian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *