Teror Berdarah Di Paris

Dalam Rangkuman :  BIRO INVESTIGASI LELEMBUT INDONESIA (BILI)

JO, Solo – Sebanyak lebih dari 150 orang dinyatakan tewas dalam serangan teror yang telah terkoordinasi, di jantung kota Paris, dimana kejadian ini melumpuhkan aktivitas di ibukota Prancis tersebut. Serangan teroris di tujuh lokasi berbeda Ibu Kota Paris, Prancis, tadi malam merupakan insiden paling mematikan setelah terakhir kali terjadi pada Perang Dunia II. Sejauh ini 153 orang tewas karena bom bunuh diri serta penembakan acak di Gedung Konser Bataclan, Rue Bichat, Av. de la Republique, Bd. Voltaire, Rue Charonne, dan Boulevard Beaumarchais.Variety dan the Telegraph, Sabtu (14/11),

1. TEMPAT KEJADIAN

Gedung Bataclan – Dalam keadaan waktu bersamaan kejadian serangan teror juga terjadi di tempat gedung konser Bataclan yang saat itu sedang berlangsung konser grup metal dari Amerika, Eagles of death. Penonton dari depan tidak mengetahui adanya tembakan membabi buta karena sebagian penonton mengira itu bagian bunyi dari konser. Setelah menyadari penonton konser berteriak dan bertiarap sementara peneror terus menembakan senjata ke arah penonton dari belakang. Berdasar sumber dari salah satu penonton yang selamat dari penembakan itu kejadian itu berlangsung sekitar 10 hingga 15 menit dan saat kejadian tembakan beberapa peneror memastikan apakah korban-korban mati, sumber ini berpura-pura mati. Korban disebutkan mencapai 80 jiwa tewas akibat serangan di gedung konser tersebut.

Le Petit Cambodge Restaurant – Restauran Le Petit Cambodge juga alami serangan tembakan disaat restauran itu sedang ramai dikunjungi. Serangan tiba-tiba itu membuat orang-orang yang sedang menikmati hidangan kocar-kacir sebagian lain berlarian sementara korban jatuh adalah mereka yang sedang duduk menikmati santapan. Tercatat sekitar 40 orang tewas akibat insiden ini. Menurut sumber berondongan tembakan di restauran tersebut berlangsung sekitar 30 detik lamanya. Keadaan mengerikan itu membuatnya tidak melihat pelaku secara jelas.

La Casa Nostra Restauran – Restauran La Casa Nostra mengalami kejadian yang sama serangan tembakan tanpa rasa kemanusiaan korban di tempat restauran La Casa Nostra ini menewaskan 5 orang.

La Belle Equipe Bar – Sebuah bar dan restauran tidak luput oleh serangan teror berondongan tembakan di La Belle Equipe Bar. Korban tewas di bar ini sebanyak 19 orang akibat serangan berondongan tembakan oleh orang tak dikenal.

2. LAPORAN SAKSI KEJADIAN

Laporan awal menyebutkan bahwa sebanyak 200 orang tengah menjalani perawatan akibat luka, dimana 80 diantaranya mengalami luka serius.Empat orang dari penyerang juga ikut terbunuh di tempat konser tersebut, tiga diantaranya tewas karena mengaktifkan rompi yang telah di pasangi bom dan salah satunya tewas di tembak polisi.Empat orang polisi juga dilaporkan tewas dalam kejadian ini.

Sekitar lima mil dari lokasi kejadian, seorang pelaku bom bunuh diri meledakkan dirinya diluar Stadion Olahraga Stade de France, dimana tim football asal Prancis tengah bertanding melawan Jerman. Empat orang juga dilaporkan tewas di jalanan di daerah timur Paris. Pemadam Kebakaran dari Prancis terlihat membantu korban yang terluka di dekat Gedung Konser Bataclan, menyusul tragedy penembakan di Paris.  Menurut laporan media setempat, kepolisian Prancis telah menahan seseorang yang diduga merupakan salah satu tersangka, yang mengklaim kalau dirinya telah direkrut oleh ISIS, bersama dengan tiga orang ekstrimis lainya.

Presiden Prancis, Francois Hollande, mengumumkan kalau kondisi negaranya dalam keadaan gawat darurat, menyusul serangan teror yang tak terduga ini. Ia juga menutup daerah perbatasan dan mengirimkan 1,500 tentara tambahan menuju ke Paris. Diketahui bahwa teroris melakukan enam serangan terkoordinasi di beberapa lokasi di Paris : Dua serangan bom bunuh diri terjadi di sebuah bar dekat Stade de France, menyusul di evakuasinya Presiden Hollande dari stadion tersebut. Sejak itu, ia mendeklarasikan kondisi gawat darurat.

Dua teroris bersenjatakan AK47 menerobos masuk di Gedung Konser Bataclan, dimana band rock bernama Eagles of Death Metal tengah tampil. Mereka menembakkan peluru dan melemparkan granat ke arah ribuan orang, sebelum akhirnya membunuh mereka satu persatu.

Seorang teroris bersenjatakan AK47 membunuh setidaknya 11 orang di sebuah restoran bernuansa Kamboja, bernama Le Petit Cambodge, di daerah Bastille, Rue Bichat, sekitar pukul 9 malam, waktu setempat. Serangan tembakan dan ledakan bom juga dilaporkan terjadi di Galeri Seni Louvre, Centre Pompidou dan Pusat Perbelanjaan Les Halles.

Beberapa saksi mata sempat mengungkapkan kehororan yang terjadi di dalam Teater Bataclan, dimana lebih dari 1,000 orang tengah menyaksikan penampilan band Eagles of Death Metal.
Mereka juga mengungkapkan bagaimana para teroris yang mengatasnamakan agama Islam, membawa AK47 tersebut dan berteriak ’Allahu Akbar’, sembari menembak secara membabi buta ke arah kerumunan orang.
”Rasanya, seperti medan pertempuran, darah ada dimana-mana, ada tubuh dimana-mana,” ungkap Marc Coupris (57), kepada Guardian.

Ia menambahkan : ”Aku berada di bagian paling ujung saat penembakan itu terjadi. Setidaknya ada dua orang yang membawa senjata. Mereka menembak dari balkon.”
Pemadam Kebakaran dari Prancis terlihat membantu korban yang terluka di dekat Gedung Konser Bataclan, menyusul tragedy penembakan di Paris.

Mereka menembak ke arah beberapa orang yang berusia masih muda, dimana serangan ini berlangsung selama 15 menit, seperti yang diungkapkan Julien Pearce, seorang Jurnalis dari Europe.
Sang penembak, yang dideskripsikan oleh beberapa orang saksi mata masih berusia muda dan berusia sekitar 20 tahun, mengisi pelurunya sebanyak tiga sampai empat kali, sembari menembak semua orang yang tak bersalah.

”Tiga pria yang membawa Kalashnikov dan mengenakan rompi bom menerobos masuk di tengah-tengah konser,” ujar seorang pria lain bernama Hervé, kepada Telegraph, setelah berhasil melarikan diri melewati pintu gawat darurat.

Ia mengatakan kalau para pria ini tak mengenakan topeng. Ia juga menambahkan : ”Mereka mulai menembaki peluru. Aku melihat seorang gadis kecil tertembak tepat di hadapanku. Ada beberapa orang yang mungkin tewas.”
Seorang pria lainnya mengatakan : ”Pria itu masuk dan mulai menembak. Semua orang jatuh ke tanah. Rasanya seperti neraka. Aku membawa ibuku, dan kami bersembunyi. Seseorang di dekatku sempat berkata kalau mereka sudah pergi, jadi kami langsung berlari.”

Gilles Avel, seorang saksi mata lain, menyatakan : ”Kami semua merasa ketakutan, dan diminta untuk pergi sejauh mungkin.”

Seorang saksi mata yang saat itu berada di dekat bagian depan panggung konser tersebut melihat seorang pria yang mengenakan topi menembaki orang-orang. Kepada Harian Liberation, ia menyatakan:
”Pria itu langsung menembak ke arahku. Orang-orang mulai berjatuhan dan mulai melindungi diri dengan berguling di lantai.”

”Aku rasa pria di dekatku sudah tewas. Aku langsung pergi ke pintu gawat darurat, dimana tak lama aku langsung melihat banyak orang berlumuran darah.”

Saksi mata lain, Pierre Janaszak, seorang presenter radio, kepada AFP, mengatakan kalau saat itu ia sedang duduk di balkon dengan saudara perempuannya dan beberapa orang teman-temannya, saat mereka akhirnya mendengar suara tembakan dari bawah saat konser sudah berlangsung selama satu jam.

“Mereka membawa senjata besar, aku rasa itu Kalashnikov, suaranya seperti di neraka. Mereka tak berhenti menembak.”

”Darah dimana-mana, jasad dimana-mana. Kami mendengar teriakan. Semua orang berusaha menyelamatkan diri.”

”Mereka menyandera 20 orang, dan kami sempat mendengar kalau mereka berbicara dengan para tawanannya,” ujar Janaszak, yang bersembunyi dengan beberapa orang lainnya di dalam toilet.

”Dengan jelas, aku bisa mendengar mereka berkata ’Ini salah Hollande, ini salah presiden kalian, ia harusnya tak pernah berurusan dengan Suriah.’ Mereka juga sempat membicarakan tentang Irak.”

Sebuah pernyataan di akun Facebook resmi dari Eagles Of Death Metal, menyatakan : ”Kami masih memastikan keselamatan dan lokasi dari band dan kru kami. Kami turut berduka cita kepada siapapun yang menjadi korban dalam tragedi ini.”

Dua ledakan yang terjadi di bar dekat Stadion Stade de France oleh dua orang pelaku bom bunuh diri telah dikonfirmas ikan.

Seorang pria berusia 27 tahun, yang berada hanya 30 kaki dari lokasi ledakan tersebut, mengatakan kalau ia merasa seperti dalam video game.

Berbicara kepada Daily Mail, ia mengatakan : ”Ada ledakan di dekat kami. Suaranya sangat keras. Awalnya aku kira hanya tempat sampah yang dinyalakan, tapi kemudian aku mengira kalau itu petasan.”

”Semua orang berhenti. Seorang pria yang tergeletak di tanah berteriak. Aku tak tahu apa yang sudah terjadi pada pria itu. Aku hanya mendengarnya berteriak dan bergerak di lantai. Ia terlihat tak sadarkan diri.”

Saat mendekati pintu dari stadion tersebut, bom kedua meledak sekitar 15 kaki dari tempat ia berdiri.

Ia menambahkan : ”Suaranya sangat besar. Aku tak pernah mendengar suara seperti itu. Jantungku seperti mau copot. Ada sekitar 20 orang bersamaku. Kami mulai berlarian. Pertandingan sempat dimulai 15 menit sebelumnya.”

”Penjaga pintu mulai mengunci pintu stadion… Hal ini sangat mengejutkan untuk dilihat. Aku fikir bisa saja itu aku’.”

Para pemain pun langsung berhenti saat mendengar dua ledakan tersebut. Menyusul kabar dari ledakan tersebut, ribuan fans, yang terlalu takut untuk meninggalkan stadion tersebut, langsung berlarian.

Beberapa saat sebelumnya di malam yang sama, seorang pria bersenjatakan AK47 menyerang restoran bernuansa Kamboja, Le Petit Cambodge, di daerah Bastille di kota tersebut, dimana ledakan granat juga dilaporkan terdengar.

Polisi dan beberapa petugas gawat darurat lainnya berada di lokasi kejadian, yang dekat dengan lokasi dimana Charlie Hebdo diserang pada Januari 2015 yang lalu.

Beberapa gambar yang beredar di dunia maya menunjukkan retaknya kaca jendela yang nampak seperti kaca jendela dari restoran tersebut.

Beberapa orang terlihat berdiri di dekat mobil mereka dan beberapa mobil polisi pun terlihat berada di lokasi tersebut.

Seorang saksi mata, Ben Grant, yang berada di sebuah bar terdekat bersama istrinya pada waktu itu, mengatakan kalau ia melihat sekitar enam sampai tujuh tubuh manusia terkapar di tanah.

Kepada BBC, ia menuturkan : ”Aku diberitahu kalau orang-orang didalam mobil mulai menembak. Ada banyak orang yang tewas. Sejujurnya, ini sangat mengerikan.”

”Aku ada berada di bagian belakang dari bar tersebut. Aku tak bisa melihat apa-apa. Aku mendengar suara tembakan. Orang jatuh ke tanah. Kami berlindung di bawah meja. Kami sempat tertahan di dalam bar, karena ada banyak tubuh manusia bergelimpangan.”

Emilioi Macchoi dari Italia, berada di bar yang dekat dengan restoran tersebut, dan ia mengatakan kalau kejadian ini terdengar seperti layaknya kembang api.

Kemarin malam, Presiden Hollande mengatakan : ”Prancis harus jadi kuat. Teroris ingin kita takut. Dihadapan teror kita harus bersatu.”

”Dengan keputusanku, kita telah memobilisasi semua kekuatan sebanyak mungkin untuk menetralisir para teroris dan membuat semua area menjadi aman. Aku juga meminta bantuan militer. Mereka sedang berada di Paris, untuk memastikan tak adanya serangan susulan. Pertemuan kabinet pun akan diadakan beberapa menit lagi.”

”Dua keputusan akan diambil, status gawat darurat sudah diberlakukan, yang berarti beberapa tempat akan di tutup, lalu lintas akan dilarang, dan beberapa pencarian akan di lakukan.”

Deputi Mayor dari Paris mengatakan kalau serangan ini kembali mengingatkan kita pada kasus pembunuhan Charlie Hebdo pada Januari 2015. ”Ini seolah mengingatkan kita dengan apa yang terjadi pada Januari. Sekarang kita kembali di serang. Ini parah. Aku merasa gemetaran.”

”Penjaga pintu mulai mengunci pintu stadion… Hal ini sangat mengejutkan untuk dilihat. Aku fikir bisa saja itu aku’.”

Para pemain pun langsung berhenti saat mendengar dua ledakan tersebut. Menyusul kabar dari ledakan tersebut, ribuan fans, yang terlalu takut untuk meninggalkan stadion tersebut, langsung berlarian.

Beberapa saat sebelumnya di malam yang sama, seorang pria bersenjatakan AK47 menyerang restoran bernuansa Kamboja, Le Petit Cambodge, di daerah Bastille di kota tersebut, dimana ledakan granat juga dilaporkan terdengar.

Polisi dan beberapa petugas gawat darurat lainnya berada di lokasi kejadian, yang dekat dengan lokasi dimana Charlie Hebdo diserang pada Januari 2015 yang lalu.

Beberapa gambar yang beredar di dunia maya menunjukkan retaknya kaca jendela yang nampak seperti kaca jendela dari restoran tersebut.

Beberapa orang terlihat berdiri di dekat mobil mereka dan beberapa mobil polisi pun terlihat berada di lokasi tersebut.

Seorang saksi mata, Ben Grant, yang berada di sebuah bar terdekat bersama istrinya pada waktu itu, mengatakan kalau ia melihat sekitar enam sampai tujuh tubuh manusia terkapar di tanah.

Kepada BBC, ia menuturkan : ”Aku diberitahu kalau orang-orang didalam mobil mulai menembak. Ada banyak orang yang tewas. Sejujurnya, ini sangat mengerikan.”

”Aku ada berada di bagian belakang dari bar tersebut. Aku tak bisa melihat apa-apa. Aku mendengar suara tembakan. Orang jatuh ke tanah. Kami berlindung di bawah meja. Kami sempat tertahan di dalam bar, karena ada banyak tubuh manusia bergelimpangan.”

Emilioi Macchoi dari Italia, berada di bar yang dekat dengan restoran tersebut, dan ia mengatakan kalau kejadian ini terdengar seperti layaknya kembang api.

Kemarin malam, Presiden Hollande mengatakan : ”Prancis harus jadi kuat. Teroris ingin kita takut. Dihadapan teror kita harus bersatu.”

”Dengan keputusanku, kita telah memobilisasi semua kekuatan sebanyak mungkin untuk menetralisir para teroris dan membuat semua area menjadi aman. Aku juga meminta bantuan militer. Mereka sedang berada di Paris, untuk memastikan tak adanya serangan susulan. Pertemuan kabinet pun akan diadakan beberapa menit lagi.”

”Dua keputusan akan diambil, status gawat darurat sudah diberlakukan, yang berarti beberapa tempat akan di tutup, lalu lintas akan dilarang, dan beberapa pencarian akan di lakukan.”

Deputi Mayor dari Paris mengatakan kalau serangan ini kembali mengingatkan kita pada kasus pembunuhan Charlie Hebdo pada Januari 2015. ”Ini seolah mengingatkan kita dengan apa yang terjadi pada Januari. Sekarang kita kembali di serang. Ini parah. Aku merasa gemetaran.”

Presiden Amerika Serikat Barrack Obama menyatakan kalau tragedi di Paris ini adalah sebuah serangan pada umat manusia. Ia mengkalaim kalau hal ini adalah upaya teror kepada masyarakat yang tak bersalah.

Ia mengatakan : ”Ini bukan hanya serangan ke Paris, bukan hanya kepada orang-orang dari Prancis, ini adala h serangan kepada semua umat manusia nilai universal yang kita bagi. Ini adalah situasi yang menyayat hati, dan tentu saja kita yang berada di Amerika serikat tahu bagaimana rasanya.”

David Cameron mengatakan kalau ia merasa terkejut dengan apa yang terjadi di Paris. Ia meminta agar semua upaya dilakukan. Ia menambahkan : :Kami turut berduka cita atas apa yang menimpa penduduk Prancis.”

3, .KRONOLOGI
:21.09 (waktu setempat)
Pengunjung restoran di Rue Bichat diberondong tembakan oleh seorang laki-laki menenteng AK-47. Korban tewas mencapai 20 orang. Polisi antiteror sudah mendapat informasi dan disebar ke penjuru kota. Dalam momen bersamaan, penembakan beruntun terjadi di tiga lokasi lain, yakni bar dide Charonne dan Faidherbe, serta restoran di La PetitCambodge.

21:16 (waktu setempat)
Serangkaian serangan mematikan terjadi di arondisemen ke-10 dan 11 di Paris, Perancis; Stade de France di Saint-Denis, sebelah utara Paris; dan sejumlah tempat di Île-de-France. Sedikitnya tiga ledakan dan enam penembakan terpisah terjadi di sejumlah tempat di ibu kota Perancis disertai penyanderaan seratus orang di teater Bataclan.[8]

Korban tewas akibat penyerangan ini berjumlah 129 orang, termasuk 89 orang di dalam teater Bataclan.[2][3][9][10] Sementara itu, 352 orang terluka[3] dan 99 orang di antaranya dalam kondisi kritis. Kepolisian Perancis melaporkan bahwa dua pengebom bunuh diri mungkin terlibat serangan ini.[11] Bom bunuh diri pertama dekat Stade de France

21:20 (waktu setempat)
Penembakan di Rue Bichat.
21:30 (waktu setempat)
Bom bunuh diri kedua di Stade de France.[12]
21.42 (waktu setempat)
Saat polisi masih melacak lokasi di restoran, dua bom bunuh diri terjadi di Stadion Stade de France, yang sedang menggelar pertandingan sepakbola persahabatan antara Timnas Prancis vs Jerman. Presiden Francois Hollande pun sedang berada di lokasi pada saat bom meledak, sehingga segera dievakuasi. Akibat ledakan di tribun itu, belasan orang tewas.
21:45 (waktu setempat)
Empat pria memasuki teater Bataclan dan memulai penembakan.
21.48 (waktu setempat)
\Nyaris bersamaan dengan bom di Stadion Stade de Frace, setidaknya tiga orang diketahui menyerbu Gedung Bataclan yang sedang menggelar konser. Pelaku memberondongkan peluru ke arah kerumunan 1.000 penonton selama nyaris 15 menit.Di lokasi ini, jatuh korban tewas paling banyak. Gedung Bataclan jaraknya sangat dekat dengan Kantor Redaksi Charlie Hebdo yang Januari lalu diserang kelompok
21:50 (waktu setempat)
Penembakan di Rue de Charonne.[12]
21:53 (waktu setempat)
Bom bunuh diri ketiga di Stade de France.[12]

22:00 (waktu setempat)
Para sandera dibawa ke Bataclan.
23.02 (waktu setempat)
Presiden Hollande, setelah dievakuasi dari Stadion, memberikan pidato kepada media massa. Dia mengatakan terorisme yang mengerikan telah terjadi di Prancis, sehingga pemerintah menetapkan keadaan darurat. Untuk itu, dia memerintahkan polisi dan tentara bekerja sama menghentikan segala potensi serangan lanjutan. Rapat kabinet pun menyatakan seluruh perbatasan darat ditutup.”Penutupan perbatasan ini untuk memastikan para pelaku tindak pidana ini tidak meninggalkan negara ini,” kata Hollande.
23:19 (waktu setempat)

Dalam pernyataannya, ISIS mengatakan telah menerjunkan orang-orang yang disebut sebagai pelaku jihad. Disebutkan mereka mengenakan sabuk bom bunuh diri dan membawa senapan mesin untuk melancarkan serangkaian serangan hampir serentak di sejumlah lokasi di ibu kota Prancis, Paris pada Jumat malam (13/11).

ISIS mengaku sebagai pelaku serangan Paris

23:25 (waktu setempat)

Razia di Belgia ‘terkait serangan Paris’Polisi melakukan razia di sejumlah titik di Brussels, Belgia, negara tetangga Prancis, terkait serangan Paris. Satu orang ditangkap, kata sejumlah laporan

23:33 (waktu setempat)

Penjagaan diperketat di Paris, polisi dan tentara bisa ditemui di jalan-jalan

23:34 (waktu setempat)
Nova Ruth, musikus Indonesia yang tinggal di Barcelona
“Saya tampil dalam sebuah konser di tepi sungai Seine, di sebuah venue terapung, namanya Petit Bain. Konser selesai, orang-orang menyalami, kami bergembira. Tiba-tiba muncul kabar bahwa di tempat konser lain di Bataclan, 3,5 km dari tempat kami, terjadi serangan yang ternyata menewaskan puluhan orang. Suasana berubah seketika. Sedih, marah. Sebagian orang meledak dalam tangis. Konser sesudah kami di tempat itu dibatalkan. Venue ditutup semua setelah Presiden Francois Hollande mengumumkan keadaan darurat. Kami disarankan untuk tetap di dalam ruangan. Kami sekitar 20 orang di situ. Suasana cukup menegangkan, dengan sirine meraung-raung, ambulans berseliweran. Ada teman dari tim produksi saya yang malam itu kerja di produksi di Bataclan, dikabarkan tertembak, tapi selamat. Ada pula yang saat terjadi serangan, berhasil melarikan diri ketika yang lain disandera. Dan ia kini diminta keterangan oleh polisi sebagai saksi,” katanya kepada wartawan BBC Indonesia, Ging Ginanjar.

23:44 (waktu setempat)

Yosep Tutu, KBRI Paris kepada wartawan BBC, Ging Ginanjar mengatakan sejauh ini tidak ada WNI yang menjadi korban dalam serangan di Paris, Prancis. Berkiut keterangannya:

“Kami sudah menghubungi dua nomor Crisis Centre pemerintah Prancis, untuk mengecek apakah ada warga Indonesia yang menjadi korban. Sejauh ini tidak ada. Juga kami sudah meminta laporan dari masyarakat Indonesia di Prancis jika ada warga yang tak bisa dihubungi. Syukurlah, tidak ada.”

“Di sisi lain, sejak tengah malam, sesudah kabar serangan-serangan itu, KBRI mendapat panggilan telepon tak ada hentinya dari Indonesia. Dari mereka yang cemas tentang nasib keluarga mereka di Paris yang tak bisa dihubungi. Kami membantu menghubungi keluarga yang dimaksud, dan sekarang semuanya sudah saling terhubung.”

23.55 (waktu setempat)

kejadian tersebut adalah dimulai dari penyanderaan pada pukul 23:35 waktu setempat di gedung pusat seni Bataclan, sebelah timur Paris. Menurut laporan, seorang pria menembaki penonton konser rock band Eagles of Death Metal satu per satu. Seorang saksi mengatakan, seorang penembak berteriak “Allahu akbar” kemudian melepaskan tembakan di keramaian penonton.
Kemudian polisi datang ke lokasi. Paris langsung mengirimkan setidaknya 1.500 tentara setelah serangan di Bataclan yang hanya berjarak sekitar 200 meter dari bekas kantor Charlie Hebdo, yang pernah menjadi target teroris Januari lalu. Salah seorang plisi memeperingatkan kepada semua orang yang masih terdapat diarea tersebut “pria bersenjata dicurigai masih berkeliaran, semua orang harus meninggalkan area ini.” .
Selain penembakan di Bataclan, juga terjadi tiga ledakan dekat Stadion Nasional Stade de France, di mana Perancis sedang bertanding bola dengan Jerman dan disaksikan langsung oleh Presiden Francois Hollande. Akibat ledakan ini, lima orang tewas dan Hollande yang sedang berada di stadion langsung diungsikan. Dari tiga ledakan tersebut, menurut sumber, satu ledakan adalah bom bunuh diri.Selain tempat konser dan stadion, sebuah restoran Kamboja juga diserang dan beberapa orang dilaporkan tewas akibat penyerangan tersebut.
Terdapat beberapa laporan yang menyebutkan bahwa pelaku dari penyerangan tersebut beberapamasih sangat muda dan tidak mengenakan masker saat memasuki aula dengan senjata otomatis ketika konser akan berlangsung.
Polisi antiteror mulai masuk ke Gedung Bataclan, mencoba membebaskan sandera. Kontak senjata terjadi, setidaknya empat aparat tewas karena ditembak pelaku.

23:58 (waktu setempat)

Presiden Perancis François Hollande mengumumkan keadaan darurat dan penutupan seluruh perbatasan Perancis

00.35 (waktu setempat)

Polisi Prancis mengatakan kasus penyanderaan di Bataclan berhasil dituntaskan. Tiga pelaku tewas, tapi belum diketahui apakah ada pelaku lainnya yang masih bebas. Ciri-ciri pelaku tidak diumumkan pada pers. Korban tewas insiden Bataclan mencapai 100 orang, sedangkan dari penembakan di lokasi lain ditambah bom bunuh diri, korban tewas 53 orang.

00.07 (waktu setempat)

Di sebuah konfrensi pers di Vienna, Menteri Luar Negeri AS, John Kerry mengatakan Amerika bertekad “untuk menumpas terorisme yang keji.””Dan yakinlah, tekad ini justru makin bulat” sesudah serangan Paris.

00:41 (waktu setempat)

Martin Roschitz, wartawan radio NDR Jerman, berada di stadion nasional Stade de France, untuk meliput pertandingan persahabatan antara Prancis dan Jerman.

Ia berkisah kepada BBC: “Usai pertandingan (dimenangkan Prancis 2-0), para pemain Jerman muncul, untuk diwawancarai oleh kamu, para wartawan. Namun kami tak memiliki pertanyaan, dan semua berduka dan terguncang berat oleh kejadian ini.

Para pemain tak menaydari apa yang terjadi, dan akhirnya manajer tim Oliver Bierhoff mengabari apa yang terjadi, dan pemainun mengambil telepon menghubungi keluarga atau teman mereka.

Mereka kemudian menginap di stadion, karena terlalu berisiko untuk pulang ke hotel. Ada peringatan bom sehari sebelumnya dan para pemain tak merasa aman di hotel. Jadi mereka memutuskan untuk tidur di stadion bersama para pemain Prancis.

4. DAFTAR SEMENTARA KORBAN

Otoritas Prancis sejauh ini melaporkan korban tewas mencapai 129 orang dan luka-luka 352. Berikut daftar WNA korban serangan yang dikumpulkan Associated Press, Sabtu (14/11/2015). Jumlah dan detail dapat berubah sewaktu-waktu:

Aljazair: Seperti dikutip kantor berita APS, dua warga tewas. Mereka adalah wanita berusia 40 dan pria 29.

Belgia: Sedikitnya tiga warga, termasuk pemilik kewarganegaraan ganda (Prancis) tewas, menurut laporan Kementerian Luar Negeri Belgia.

Brasil: Presiden Dilma Rousseff menyebut dua warganya terluka dalam serangan di Paris.

Inggris: Satu warga tewas, teridentifikasi sebagai Nick Alexander. Kemenlu Inggris mengkhawatirkan lonjakan jumlah korban tewas dari Inggris.

Chile: Satu pria dan satu wanita – keponakan Duta Besar Chile untuk Meksiko – berada di deretan korban tewas.

Meksiko: Dua warga tewas. Keduanya memiliki kewarganegaraan ganda. Satu yang juga berkewarganegaraan Amerika Serikat diduga kuat bernama Nohemi Gonzales.

Maroko: Satu warga tewas dan satu lainnya terluka.

Portugal: Dua warga tewas. Seorang korban tewas di dekat Stadium Stade de France, sementara korban kedua di teater Bataclan.

Rumania: Kemenlu di Buchares melaporkan kematian dua warganya di Paris.

Spanyol: Pria 29 tahun bernama Alberto Gonzalez Garrido tewas saat menghadiri konser musik di teater Bataclan.

Swedia: Satu warga terluka terkena tembakan api, dan satu lainnya meninggal dunia. Informasi ini masih diverifikasi.

Swiss: Sejumlah warga Swiss dilaporkan terluka di Paris.

Tunisia: Dua wanita muda, yang tinggal di Cruesot, Prancis dan sedang merayakan ulang tahun temannya, tewas.

AS: Perempuan 23 tahun bernama Nohemi Gonzales, mahasiswa asal California, tewas dalam serangan di Paris, menurut laporan kampusnya. Dia juga memiliki kewarganegaraan Meksiko. Beberapa warga AS lainnya dikabarkan terluka.

Kutipan dari BBC, Minggu (15/11/2015), setidaknya 24 nama korban sudah beredar ke publik, di mana 15 di antaranya warga Prancis sendiri, sementara sisanya warga asing. Berikut belasan identitas korban yang sudah terungkap ke publik:

1. Djamila Houd (41, Prancis) asal Dreux, Paris Barat, tewas di Bataclan 2. Thomas Ayad (34, Prancis) Karyawan Mercury Records, tewas di Bataclan 3. Marie (Prancis) Karyawan Universal Music France 4. Manu (Prancis) Karyawan Universal Music France 5. Asta Diakite (Prancis) sepupu dari pilar tim nasional Prancis, Lassana Diarra 6. Dado (44, Prancis) asal Ceyrat, karyawan kantor pajak, tewas di Bataclan 7. Cedric Mauduit (Prancis) asal Calvados, Normandia, tewas di Bataclan 8. Mathieu Hoche, (Prancis), jurnalis news TV France 24, tewas di Bataclan 9. Quentin Boulanger (29, Prancis), asal Rheims, tewas di Bataclan 10. Lola Salines (Prancis), tewas di Bataclan 11. Elodie Breuil (23, Prancis), tewas di Bataclan 12. Valentin Ribet (Pranvis) 13. Fabrice Dubois (Prancis), karyawan kantor periklanan 14. François-Xavier Prévost (26, Prancis) asal Lambersart, tewas di Bataclan 15. William B. Dercherf (43, Prancis) jurnalis musik dari portal InRocks, tewas di Bataclan 16. Nohemi Gonzalez (23, Amerika Serikat) mahasiswa jurusan desain Universitas Long Beach yang tengah dalam studi di Strate School of Design, Paris, tewas di Restoran Carillon 17. Nick Alexander (36, Inggris) asal Colchester, Sussex, pedagang merchandise yang tewas di Bataclan 18. Alberto González Garrido (23, Spanyol), warga Kota Madrid tewas di Bataclan 19. Mohamed Amine Benmbarek (Maroko) 20. Milko Jozic (Belgia), tewas di Bataclan 21. Elif Dogan (47, Belgia), tewas di Bataclan 22. Elsa Delplace (Cile), tewas di Bataclan 23. Patricia San Marton (Cile), tewas di Bataclan 24. Luis Felipe Zschoche Valle (Cile), musisi yang ikut tewas di Bataclan

Selain 24 nama di atas, ada sejumlah korban lain yang belum teridentifikasi, maupun dipublikasikan, seperti dua warga Rumania, dua warga Meksiko, dua warta Tunisia dan seorang warga Portugal.

5. DETEKSI DINI

Diperoleh informasi vahwa pada jumat pagi (13/11) alias beberapa jam sebelum kejadian, beberapa media Prancis mengabarkan hal yang senada “Awas bahaya terrorisme!”, spt di:
-http://www.europe1.fr/societe/les-francais-se-disent-victimes-de-violences-et-inquiets-face-au-terrorisme-2619621
-http://www.ladepeche.fr/article/2015/11/13/2216446-insecurite-francais-victimes-plus-avant-violences-inquiets-terrorisme.html
– http://www.franceinter.fr/depeche-apres-le-chomage-le-terrorisme
-http://www.sudouest.fr/2015/11/13/terrorisme-et-violences-les-francais-de-plus-en-plus-inquiets-2184318-6093.php
-http://mobile.lemonde.fr/police-justice/article/2015/11/13/delinquance-le-gouvernement-face-a-un-bilan-mitige_4808714_1653578.html
-http://m.20minutes.fr/societe/1728947-cambriolages-vols-insecurite-agressions-cinq-chiffres-connaitre-delinquance-france

6. TERSANGKA

Salah satu tersangka pelaku, lahir pada 1985, berasal dari daerah pinggiran Paris. Dia pernah ditangkap karena kejahatan ringan antara 2004-2006. Data intelijen menyatakan bahwa dia diradikalisasi pada 2010 tapi tidak menjadi bagian jaringan manapun.Tersangka pelaku penyerangan di Stade de France ditemukan membawa paspor Mesir, menurut sumber polisi pada koran Prancis, Le Parisien.Paspor lain yang ditemukan adalah milik warga Suriah yang lahir pada 1990. Badan intelijen Prancis tidak mengenali pelaku ini. Pemegang paspor Suriah tersebut masuk ke Pulau Leros, Yunani, pada Oktober, kata seorang menteri Yunani. Namun pemerintah Prancis belum membenarkan informasi tersebut.

Seorang pria Macedonia dengan senjata berat ditahan pekan lalu dalam sebuah pemeriksaan rutin oleh polisi di jalanan di Jerman. Kemungkinan dia terkait dengan para pelaku penyerangan, menurut pemerintah Jerman. Mereka yakin pria tersebut akan menuju Paris.Pemerintah Belgia sudah mengatakan bahwa mereka melakukan tiga penangkapan di Brussel terkait serangan di Paris setelah polisi menggeledah satu kawasan di ibu kota Belgia, pada Sabtu.Koran Le Parisien mengutip saksi mata yang mengatakan bahwa salah satu penyerang di stadium adalah seorang perempuan

( SUMBER;: Rangkuman sementara diatas diprolah dari berbagai tulisan yang berkaitan langsung ataupun tidsak langsung dengan tejadian teror Paris Nopember 2015)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *