Warga Sekip Tuntut Robohkan Tower

JO, Solo – Warga di Sekip RT 04 RW 08 Kadipiro, Kecamatan Banjarsari meminta Base Transceiver Station (BTS) alias tower selular yang ada di area tersebut dirobohkan.

Warga menilai pendirian tower tersebut tidak melalui prosedur yang berlaku, karena tidak melibatkan warga sekitar, disamping keberadaannya sangat mengganggu kenyamanan warga, sebab getaran genset saat aliran PLN padam sangat mengganggu.

Tower yang disegel warga
Tower yang disegel warga

Selama hampir 12 tahun, keberadaan tower tersebut yakni sejak 2003 warga tidak tahu pengelola dan siapa pemilik tower tersebut, mereka hanya tahu bahwa tower tersebut milik provider XL.

“Warga khawatir jika terjadi masalah tidak bisa menuntut pertanggung jawaban,” ungkap Hono, salah satu perwakilan warga setempat, saat bertemu wartawan. Minggu (15/11/2015)

Warga baru bisa menyampaikan keluhannya ke pejabat Pemkot Solo, seperti ke Satpol PP, mengenai ijin keberadaan tower tersebut, namun hingga kini belum ada keterangan pasti.

“Kami meminta kejelasan izin keberadaan tower ini. Jika izin tidak jelas maka kami meminta untuk dibongkar saja,” kata Hono, menambahkan.

Setelah tidak ada kejelasan, akhirnya warga menggelar demo, Minggu (15/11/2015), demi memperoleh kepastian tentang keberadaan, kepemilikan tower tersebut. Terlebih semakin santernya kasak-kusuk tentang kompensasi yang diterima oleh warga sejak kontrak lahan berakhir Oktober 2014 lalu.

“Warga kian resah dengan tidak adanya kejelasan, saling curiga antara yang menerima dan tidak menerima kompensasi, kami prihatin dengan kondisi ini, demo ini sebagai sarana warga untuk mendapatkan informasi yang sebenar-benarnya,”terang Hono.

Dari pengaduan warga, Hono berusaha menemukan pengelola tower dengan warga sekitar tower. “Kita akan panggil pemilik tower dan pengelolanya. Kita bicarakan bersama dengan warga sekitar tower. Jangan sampai warga dirugikan,” kata Hono

Setidaknya ada ratusan warga setempat, yang membawa tulisan ketidak setujuannya keberadaan tower tersebut dilokasi tower, setelah menandatangani penolakan tower di spanduk sepanjang 4 meter, warga kemudian memasangnya di bawah tower. – ian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *