Pilkada Refleksi Kehidupan Berdemokrasi

JO, Sukoharjo – Pilkada serentak yang akan dilaksanakan pada 9 Desember 2015 mendatang, mempunyai beban psikologis bagi keamanan dan kondusifitas daerah, Pemilihan Kepala Daerah ini akan rawan memicu konflik yang pada masing masing daerah, pada setiap calon akan mengerahkan kekuatan setiap calon untuk memenangkan kompetisi ini.

“Berbagai cara akan dilakukan termasuk menomersatukan janji janji, fanatisme golongan, sentiment ras dan agama sampai money politic pun menjadi sumber kemenangan,” kata Ilham Akbar, Ketua Barisan Mahasiswa Independen Indonesia (BMII) Sukoharjo, disela persiapan pelaksanaan kegiatan Ikrar Sukses & Damai Pilkada Sukoharjo 2015. Rabu (25/11/2015)

Demokrasi yang sering di gembar gemborkan oleh para elit politik menurut versi mereka sudah ideal, namun pada kenyataannya Pilkada diwarnai adanya pelanggaran pelanggaran oleh peserta Pilkada, maupun masyarakat selaku pemilih.

Politik uang yang marak dilakukan oleh peserta Pilkada dan tim politiknya demi kemenangan yang ingin mereka raih, dan masyarakatlah yang menjadi sasaran empuk yang berpotensi menimbulkan cacatnya demokrasi, tambah Ilham.

Rakyat adalah pemegang kedaulatan dan pemilik sah demokrasi negeri ini, status tertinggi yaitu rakyat, bahwa Negara Indonesia adalah salah satu negara yang menerapkan sistem pembagian kekuasaan kedalam tiga macam bentuk kekuasaan yaitu Trias Politika yaitu kekuasaan Legislatif, Eksekutif dan Yudikatif.

Barisan Mahasiswa Independen Indonesia Sukoharjo berinisiatif menggelar kegiatan Ikrar Sukses & Damai Pilkada Sukoharjo 2015 menuju Pilkada Sebuah Refleksi Kehidupan Berdemokrasi. Peserta Dialog Publik ini direncanakan dihadiri oleh 100 orang yang berasal dari Perwakilan Ormas Keagamaan, kepemudaan, kemahasiswaan, pelajar, media massa dan tamu undangan.

Narasumber yang di undang yakni Khonsum Nur Arif, S.Ag (Pembina GP Ansor PC Sukoharjo) – “Peran Dan Tanggung Jawab Umat Islam Dalam kepemimpinan Bangsa”, Pdt Novembri Choeldahono , MA (Gembala GKJ Dagen Palur Sukoharjo) – “Mewujudkan Ajaran Kasih Yesus Kristus Dalam Kepemimpinan”, Joko Ngadimin, S. Sn – (Budayawan Sukoharjo – Ketua Sanggar Sekar Jagad) – “Pemimpin Dan Kepemimpinan Dalam Perspektif Budaya Jawa”

Moderator Nuurur Rahmah Assaiidah, Aktivis IPPNU Surakarta. Dialog Publik Ikrar Sukses & Damai Pilkada Sukoharjo 2015 diselenggarakan Kamis, 26 Nopember 2015, Jam 12.00 – selesai, bertempat di Meeting Room RM. 3M – Jl. Solo Baru – Baki Depan RS dr Oen Solobaru. – ian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *