Walikota-Ku, Walikota-Mu, Walikota Kita

JO, Solo – Pilkada serentak ini pilihan yang tepat meski belum tentu yang terbaik. Kalau hak politik warga Negara benar benar dijamin, peserta pemilu diberikan perlakuan yang sama, tentunya akan tepat dan menghasilkan yang terbaik. Sehingga Pilkada menjadi sarana yang sah dan konstitusional bagi warga Negara untuk mempertahankan atau mengganti pemimpinnya guna menjalankan pemerintahan secara damai dan bermartabat. Pilkada juga memberikan kesempatan bagi warga Negara terbaik untuk memimpin suatu daerah.

Demokrasi di Indonesia melalui pemilihan umum juga Pilkada akan cacat apabila masih ada pelanggaran yang dilakukan baik oleh peserta pilkada, penyelenggara maupun masyarakat selaku pemilih. Indikasi cacatnya demokrasi bisa dilihat dari maraknya politik uang yang dilakukan oleh peserta pilkada dan tim suksesnya. Politik uang ini disebut sebagai ‘politik dermawan’ tetapi sebagai dermawan sesaat karena ada kepentingan kepentingan politik di balik itu semua. Masyarakat kita nampaknya telaj menjadi obyek yang berpotensi menimbulkan cacatnya demokrasi.

Pada sisi lain Pilkada ini akan menjadi arena demokrasi yang jahat dan kotor apabila pelaku maupun peserta dari masing masing calon beserta pendukungnya menggunakan cara-cara keji dengan membenturkan antar elemen masyarakat hanya untuk memenuhi ambisi kemenangan sang calon. Masyarakat tidak boleh terbuai dengan rayuan gombal para pasangan calon dan tim suksesnya, namun masyarakat diharapkan lebih cerdas, dewasa dan bermartabat dalam memilih pemimpinnya karena ini menyangkut kepemimpinan masa depan daerah yang dalam hal ini juga berpengaruh pada tingkat kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat daerah tersebut.

Berdasarkan latar belakang tersebut di atas dan masukan dari banyak kalangan, kami Forum Komunikasi Lintas Kultural berencana mengadakan sebuah kegiatan berupa “Temu Tokoh Dan Deklarasi Damai Pilkada Surakarta 2015 : Walikotaku Walikotamu Walikota Kita” dalam menyambut dan mengikuti pilkada termasuk dalam kesiapan menerima kekalahan dan kesiapan mengemban amanah kemenangan dengan tetap menjunjung tinggi nilai kejujuran dan obyektivitas dalam bingkai persaudaraan kebangsaan (ukhuwah wathoniyah). “Menang ora umuk kalah ora ngamuk”.

Forum Komunikasi Lintas Kultural menyelenggarakan kegiatan Temu Tokoh Dan Deklarasi Damai Pilkada Surakarta 2015 : Walikota ku Walikota mu Walikota kita, bertempat di RM. Padang Embun Pagi Jl. Dr. Radjiman 167 Singosaren Serengan Solo. Senin, 30 Nopember 2015, jam: 10.00 – selesai.

“Maksud dari kegiatan ini menyelenggarakan kegiatan temu tokoh, menyampaikan pentingnya toleransi tentang perbedaan pilihan dalam pilkada, mensosialisasikan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam pilkada serta membuat kesepakatan damai sebelum, pada saat dan setelah pilkada,” jelas Abednego, Ketua Forum Komunikasi Lintas Kultural.

Peserta Dialog Publik rencananya dihadiri oleh 100 orang yang berasal dari Perwakilan Ormas Keagamaan, Partai Politik, Ormas Kepemudaan, Ormas Kemahasiswaan, Anggota Legislatif, Media Massa dan Undangan

Narasumber pada kegiatan tersebut antara lain ST. Wiyono, S.Sn – (Budayawan), Arif Wibowo, M.Ag. – (PSPI)  Pdt. Bambang Mulyatno, MSi.- (Pembina BAGKS) Moderator Drs. Rusharjanto – Koordinator Forum Kebangsaan Soloraya. – ian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *