Turis Perancis Turun Di Solo, Nginap Di Jogja

Para wisatawan asal Perancis yang turun di Bandara Internasional Adi Soemarmo Solo, Jumat (27/11), langsung naik bus menuju ke Yogyakarta untuk menginap di hotel.

JO, Boyolali – Kekhawatiran para pelaku bisnis perhotelan yang kesulitan menarik para wisatawan domestik dan mancanegara menginap di Solo tampaknya benar-benar terbukti.

Meski 149 wisatawan asal Perancis turun di Bandara Internasional Adi Soemarmo, Jumat (27/11) serta berwisata di Candi Prambana Klaten dan Candi Borobudur Magelang Jawa Tengah, namun mereka menginap di Yogyakarta, dua hari. Padahal, kedatangan wisatawan mancanegara yang dibawa Panorama Destination itu disambut Sekda Jateng Sri Puryono, Kepala Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Jateng Prasetyo Aribowo, GM Bandara Adi Soemarmo Abdullah Usman, serta Branch manager Garuda Indonesia M Firman.

“Sudah tiga kali wisatawagn dari Perancis ini datang ke Indonesia bersama Panorama. Setahu mereka, tempat wisata di Indonesia itu Bali dan Yogyakarta. Sudah untung mereka tiba di bandara Solo, bukan di bandara Yogyakarta,” kata Direktur Bisnis Panorama Destination Ricky Setiawan.

Sementara pelaku pariwisata mempertanyakan kemampuan para pemangku kepentingan seperti Pemkot dan pelaku bisnis pariwisata dan perhotelan mendatangkan wisatawan ke Solo dan sekitar, khususnya wisatawan mancanegara. Menurut para penelpon, kerja keras para pemangku kepentingan dalam membranding pariwisata kota Yogyakarta bertahun-tahun kini tinggal memetik hasilnya.

“Maka sangat beralasan kalau pariwisata Kota Solo dan sekitar yang baru saja menggeliat ketinggalan dan para wisatawan memilih Yogyakarta untuk menginap,” kata Retno, Pelaku Jasa Pariwisata di Solo

Pertanyaan dan pernyataan serupa juga terjadi dalam tea morning sebelumnya di Lorin Hotel Solo yang dihadiri Pemkot Surakarta, Asita, surakarta dan PHRI Surakarta. Mereka mengaku sulit mendatangkan para wisatawan di Solo. Kabid Promosi Wisata Dinas Kebudayaan Pariwisata Surakarta Budi Sartono membagi cerita. Ketika dirinya mengikuti promo wisata di Singapura, banyak wisatawan setempat an wisatawa manca negara lainnya tidak mengetahui Solo.

“Tujuan wisata di Indonesia yang mereka kenal hanya Bali, Yogyakarta, dan beberapa daerah lainnya. Saya harus kerja keras menjelaskan kepada mereka bahwa Solo yang berdekatan dengan Yogyakarta, destinasinya tidak kalah,” kata Budi.

Meski dibelit persoalan seperti itu, namun mereka optimistis bahwa target kunjungan wisata di Soloraya yang hanya 3,5 juta orang, 3 juta wisatawan domestik dan 500 wisatawan mancanegara bisa dicapai hingga 2025. “Asalkan ada sinergi dan masing-masing daerah membuang ego sektoral dalam mengelola pariwisata, saya kira target 3,5 juta wisatawan itu mudah tercapai,” kata Ketua Asita Surakarta Daryono dalam dialog soal travel agen bersama Pemkab Boyolali di kantor Bandara Adi Soemarmo. – lan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *