Kepala BPCB Dilaporkan Komisi Ombudsman

Buntut Kisruh Penyelenggaraan Even Sekaten di Solo 

JO, Solo – Lembaga Swadaya Masyrakat (LSM) Pukad Hali (Pusat Kajian Demokrasi Hak Asai dan Lingkungan Hidup) Solo Raya, melaporkan Sri Ediningsih Kepala Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah kepada Komisi Ombudsman Jogjakarta.

Laporan tersebut disampaikan terkait diduga kajian yang diberikan telah membuat dan berdampak carut marutnya even budaya di Solo, seperti sekaten ini, serta timbulnya adu argumentasi stake holder di kota Surakarta.

BentengVastenberg-SoloKetua LSM Pukad Hali Solo Raya, Saroni mengungkapkan seharusnya BPCB tidak sekedar menyampaikan kajian, karena berkaitan banyak hal, termasuk kajian amdal lalin mengingat diwilayah tersebut rawan kemacetan.

Sementara silang sengkarut masih saja berlangsung antara pihak Keraton Kasunanan dan Pemerintah Kota Surakarta, terkait pemindahan pedagang sekaten ke Benteng Vastenberg.

Pjs. Walikota Solo, Budi Suharto, menjelaskan bahwa pendirian lapak dan arena permainan di kawasan Benteng Vastenberg tidak berijin secara resmi kepada otoritas baik Pemkot Solo maupun Kepolisian.

“Ini sangat disayangkan mereka mendirikan lapak dan wahana permainan lebih dulu tanpa harus mengajukan ijin, karena merasa ada yang memback up,” ujar Budi Suharto.

Sementara Wakil Pengageng Sasana Wilapa, Kanjeng Pangeran Aryo (KPA) Winarno Kusumo mengatakan kalau pihaknya telah mendapatkan ijin dari pemilik lahan untuk menggunakan kawasan tersebut.

“Sejak Kamis (10/12), kami telah mendapatkan ijin menggunakan Benteng Vastenburg dari pemiliknya,” ujarnya.

Seperti diketahui, kepemilikan Benteng Vastenburg berada pada pihak swasta. Dan sedikitnya ada sembilan kepemilikan swasta dalam lahan Hak Guna Bangunan yang telah diperpanjang kontraknya hingga tahun 2032 pada tahun 2002 lalu, dari kontrak yang semestinya HGB habis pada 2012.

Menurut Saroni, ribut mengenai lahan bagi pedagang sekaten, seharusnya tidak terjadi jika sebelumnya ada kajian matang menyangkut penggunaan Alun-alun Utara sebagai tempat sementara pedagang Pasar Klewer. Namun demikian pihaknya berharap lapak dan para pedagang bisa pindah dari kawasan tersebut.

“Seluruh pedagang dan pemilik wahana permainan dikawasan tersebut harus segera pindah dari Benteng Vastenburg. Pasalnya, tempat itu merupakan bangunan cagar budaya yang harus dilindungi,” tegas Saroni. – ian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *