Sekaten Kehilangan Nilai Histori

JO, Solo – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo sampai detik ini belum memindahkan keberadaan wahana permainan sekaten yang berdiri di kawasan Bangunan Cagar Budaya Benteng Vastenberg, karena pelaksana penegakan peraturan daerah (perda) yakni Satpol PP belum menerima instruksi lanjutan dari Pjs. Walikota.

Sementara desakan dari berbaga lembaga swadya masyarakat yang peduli terhadap bangunan cagar budaya, hak asasi dan lingkungan, pemerhati serta pengamat  budaya terus mendesak, pemkot Solo untuk memindahkan keberadaan wahana tersebut.

Menurut Ketua Umum Dewan Pemerhati dan Penyelamat Seni Budaya Indonesia (DPPSBI) Jawa Tengah, BRMH. Kusumo Putro mengatakan, bahwa sekaten saat ini yang digelar sudah kehilangan nilai historisnya, seharusnya keberadaannya tidak jauh-jauh dari Alun-Alun Keraton.

“Seharusnya sekaten dipindahkan dialun-alun belakang (alkid/ red.) agar tidak menghilangkan nilai historisnya,” kata Kusumo. Selasa (22/12/2015).

sekaATEN tEMPO dOELOE
Sekaten Tempo Doeloe

Seperti diketahui, lanjut Kusumo, Alun-alun Depan (Lor) dipakai buat kios sementara Pasar Klewer, bila dilihat Sekaten sekarang membingungkan pengunjung, karena saat ini pedagang terbagi dua, di Benteng Vastenberg dan disepanjang sisi luar alun-alun lor, atau sepanjang jalan Paku Buwono.

“Alun-alun Kidul (alkid) area yang tepat, selain luas, pedagang dan wahana permainan bisa tertampung semua, juga nilai histori sekaten tidak hilang karena berada dilokasi keraton,” tambah Kusumo.

Sekaten adalah hiburan rakyat tahunan yang harus dilestarikan dengan baik dan Benteng Vastenberg bukan tempat yang tepat untuk menggelar agenda Sekaten, tegas Kusumo.

“Kalau kita melihat sekaten saat ini di Benteng Vastenberg, layaknya gelaran bazar di kampung-kampung,” tambah Kusumo.

Perlu diketahui, ungkap Kusumo, bahwa gelaran budaya Sekaten hanya ada dua di Indonesia yakni di Keraton Surakarta dan Yogyakarta. – ian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *