Temu Tokoh Jelang Tahun Baru 2016

“Mari Perkokoh Persatuan & Dukung Program Pemerintah Yang Pro Rakyat”

JO, Solo – Usia pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla memasuki 1 (satu) tahun pada 20 Oktober 2015. Jokowi yang menamakan kabinetnya dengan “Kabinet Kerja” tidak dapat dipungkiri telah melakukan sejumlah nilai positif dengan beberapa keberhasilan yang telah dicapainya selama ini.

Beberapa catatan capaian tentang keberhasilan tersebut yakni, keberhasilan menuntaskan pembangunan jalan tol “Palikanci” yang telah berhasil menguraikan kemacetan lalu lintas di wilayah Jawa selama ini, pembangunan jalan tol Kalimantan Timur-Kalimantan Barat yang juga sedang berlangsung, pembangunan monorail di Jakarta, pembangunan sejumlah lokasi tol laut, “pemangkasan” waktu dwelling time, memerintahkan pencabutan izin perusahaan-perusahaan pembakar lahan dan hutan dan lain-lain.

Dibidang penegakkan hukum dan HAM, lanjut Ketua Forum Komunikasi Lintas Kultural Pdt. Andreas Mulud S. M. Th, bahwa Presiden Jokowi juga telah memberikan grasi kepada sejumlah orang yang selama ini bergabung dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM), pelaksanaan eksekusi mati terhadap para gembong narkoba yang sudah memasuki tahap kedua, melaksanakan reformasi birokrasi berdasarkan ketentuan dalam UU Aparatur Sipil Negara (ASN), walaupun belum maksimal, membekukan sejumlah PTS ilegal, mendukung sepenuhnya langkah KPK memberantas korupsi bersama-sama aparat penegak hukum.

Dibidang politik, walaupun pada awalnya pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla dihadapkan kepada beragam ‘gangguan politik’ mulai dari “rivalitas yang tidak berkesudahan” antara Koalisi Merah Putih (KMP) dengan Koalisi Indonesia Hebat (KIH), namun pada akhirnya Jokowi berhasil mempertahankan terjalinnya komunikasi politik dengan parlemen.

“Ada kecenderungan positif KMP mulai mengurangi tekanan-tekanan politiknya seiring dengan misi pemerintahan Jokowi-JK untuk menyejahterakan masyarakat berjalan pada rel yang benar dan dinilai baik oleh KMP,” terang Andreas Mulud, ditengah persiapan Temu Tokoh Dalam Rangka Menyambut Tahun Baru 2016, dikantornya. Selasa (29/12/2015)

Menurutnya, Presiden Joko Widodo juga melakukan reshuffle kabinet terhadap para menterinya yang ‘lamban’ bekerja dan diyakini reshuffle kabinet tidak akan berhenti dilakukan Jokowi sebagai langkah punish and reward serta evaluasi terus menerus. Dan sejumlah kemajuan yang dicapai lainnya.

Kegiatan Temu Tokoh Dalam Rangka Menyambut Tahun Baru 2016 Dengan Mengangkat Tema “Mari Perkokoh Persatuan & Dukung Program Pemerintah Yang Pro Rakyat” menghadirkan narasumber Drs. HM. Dian Nafi M. Pd, Pengasuh Ponpes Al Muayyad Windan Kartasura Sukoharjo dan Pendeta Paulus Hartono M. Min, Gembala Gereja Minonite Danukusuman Serengan Surakarta moderator Lilik Joko Widagdo.Kegiatan dilaksanakan Auditorium Lantai 2 RM. Nogiri Jl. Dr. Cipto Mangunkusumo Banjarsari Solo, Rabu 30 Desember 2015. – ian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *