Turun Mendadak, Pengusaha LPG Rugi

PT. Prabu Dian Kencana, Agen Elpiji Pertamina Jl. Yosodipuro No. 160 Solo

JO, Solo – External Relation Manager PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) IV Jateng-DIY, Roberth M.V. Dumatubun, mengatakan harga elpiji nonsubsidi di masing-masing daerah berbeda karena menyesuaikan dengan biaya distribusi.

“Untuk elpiji 12 kg senilai Rp126.900 per tabung wilayah  Semarang dan Cilacap, hingga Rp129.600 per tabung untuk Sleman dan Bantul, sedangkan harga Bright Gas senilai Rp130.900 per tabung di Semarang dan CIlacap sampai Rp133.600 per tabung untuk Sleman dan Bantul,” katanya saat dikonfirmasi tentang penurunan harga LPG seiring diberlakukannya harga BBM baru.

Sementara Ketua Bidang Elpiji Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Soloraya, Tien Suprapto, menyampaikan kalau pemberitahuan penurunan harga elpiji nonsubsidi ini mendadak, yakni Senin (4/1) malam. Dia mengaku sebelumnya tidak ada kabar mengenai penurunan harga elpiji nonsubsidi sehingga tidak ada antisipasi sebelumnya dari agen.

“Penurunan harga pasti menyebabkan pengusaha rugi tapi itu sudah risiko bisnis dan biasanya kalau penurunan harga elpiji itu mendadak, jarang diinfokan sebelumnya,” ungkap Tien, saat dihubungi Selasa (5/1)

Namun dia mengatakan pada hari pertama penurunan harga ini, penjualan cenderung normal. Hal ini karena beberapa pangkalan masih memiliki pasokan di hari sebelumnya. Dia menjelaskan harga elpiji 12 kg turun Rp6.000/tabung sedangkan harga Bright Gas turun Rp5.000/tabung dari harga sebelumnya.

Dia menyampaikan informasi ke pangkalan disampaikan secara lisan. Biasanya pangkalan yang menghubungi agen untuk bertanya mengenai harga baru setelah mendengar kabar dari media massa. Dia berharap dengan turunnya harga elpiji nonsubsidi penjualan bisa meningkat. Namun hal ini baru bisa diketahui, dua pekan kemudian. – tyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *