Seniman Muda Surakarta Pentaskan Brawijaya Paras

JO, Solo – Ketoprak Seniman Muda Surakarta (KSMS) akan menggelar pentas ketoprak di Gedung Kesenian Taman Balekambang, pukul 20.30 WIB, mengangkat lakon “ Brawijaya Paras “. Sabtu (9/1/2016),

Koordinator KSMS, Tatak Prihantoro, menjelaskan lakon Brawijaya Paras, tergolong kisah yang kontroversial dan jarang dipentaskan di wilayah Solo Raya.

“Dalam kisah sejarah yang sering kita baca, maupun dalam pentas ketoprak, Majapahit runtuh akibat diserang Raden Patah dari Demak Bintara, yang tidak lain adalah putra Prabu Brawijaya sendiri dari garwo selir. Dalam versi ini Raden Patah difigurkan sebagai anak yang durhaka, karena berani melawan bapakknya sendiri. Namun sumber lain, Raden Patah menyerang Majapahit, karena Majapahit dikuasai prabu Girindra Wardana dari Kediri. Dalam versi ini Raden Patah difigurkan sebagai anak yang berbakti pada orang tua “ ungkapnya

Lebih lanjut , Tatak, menjelaskan, karena Raden Patah berhasil menyelamatkan sang Ayahanda. Brawijaya tertarik dengan ajaran Islam. Oleh Sunan Kalijaga, Brawijaya dibimbing untuk memeluk agama Islam. Sebagai simbol masuk Islam, rambutnya diparas, atau dipotong. Namun saat akan diboyong ke Demak Brawijaya tidak bersedia, tetap ingin tinggal di Gunung Lawu, dengan sebutan Sunan Lawu.

Naskah Brawijaya Paras yang pertama kali akan dipentaskan KSMS, ditulis oleh Dosen Akuntansi Unisri, Drs. Suharno, MM, Akuntan dan disutradarai Meteor Slank.

“Kami akan berusaha seoptimal mungkin, menterjemahkan naskah ini di atas panggung. Karena ini tergolong lakon berat, sarat dengan intrik dan politik. Kami harus meramu, agar mudah dimengerti, dan enak dinikmati sebagai sajian hiburan. Kami juga sadar, mengangkat lakon Brawijaya Paras akan menimbulkan kontroversi di tengah masyarakat “ ungkap Meteor Slank. – uha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *