Ganjar: Radio itu Addict Lho

JO, Semarang – Berbekal kekuatan teknologi audio, media radio tidak kalah dengan televisi yang menampilkan teknologi audio visual. Radio mampu membuat addict (ketagihan) penyiar maupun pendengarnya.

“Radio itu addict  tho. Buktinya penyiar radio seperti Farhan dan Indi Barens kangen kalau lama tidak siaran radio. Semua yang sudah di TV juga kepengen kembali ke radio. Nha, sekarang radio harus mem-potitioning– kan betul-betul dia punya faktor deferensial dengan yang lain,” kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo,saat menerima audiensi Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI) Jateng di ruang kerja gubernur, Jumat (8/1).

Faktor deferensial, menurut Ganjar, akan membuat radio mempunyai nilai tambah dan menarik pendengarnya. Jika tak bisa memberikan pembeda, pasti radio akan ditinggalkan mereka. Ganjar mencontohkan, faktor pembeda bisa diangkat dari lokalitasnya atau radio idnya.

“Sisi lokalitas, misalnya saja dulu ada ketoprak sayembara. Atau bikin program dialog yang mengangkat konten lokal dengan konsep yang bagus. Topiknya bisa politik, ekonomi, sosial, budaya,” ujarnya.

Ganjar juga mengingatkan agar radio mematuhi etika siaran. Contohnya, tidak memutar lagu-lagu bersyair porno, seperti Tali Kutang, Jambu Alas dan Cucak Rowo. KPID harus tegas menindak dengan tetap mengedepankan tindakan antisipatif.

“Lagu saru memang digemari, tapi nggak boleh. Harus turun. Ada etikanya. Semakin banyak kenikmatan, harus semakin diatur. Berkali-kali vulgar itu porno. Kalau arahnya akan kesana, apa ndak bisa lebih puitis, lebih sanepa,” tuturnya.

Ganjar menekankan tidak perlu khawatir dengan protes pendengar, jika provinsi yang berdekatan dengan Jawa Tengah tidak melarang memutar lagu-lagu porno. Justru ketegasan Jawa Tengah dalam menindak akan memberikan karakter. – mas

5 komentar pada “Ganjar: Radio itu Addict Lho

  • Ming, 17 Jul 2016 | 3:54 pada 3:54 AM
    Permalink

    You’ve got to be kidding me-it’s so traneparsntly clear now!

    Balas
  • Rab, 26 Okt 2016 | 3:51 pada 3:51 AM
    Permalink

    I hope the Hilton experience was just a one-time thing and not because you didn’t leave a tip. That would have been very disappointing, coming from a Hilton hotel, no less. =)

    Balas
  • Sel, 10 Jan 2017 | 19:12 pada 7:12 PM
    Permalink

    Koselig bilde! En skikkelig onkel-gutt det der, og onkel ser ut til å stortrives. Takk for kommentaren!Beklager sen tilbakemelding. Har vært så fint vær at jeg har jobbet i hagen. God helg fra Margit

    Balas
  • Rab, 8 Feb 2017 | 22:18 pada 10:18 PM
    Permalink

    Lokalhistorien i Bergen har tydeligvis mye å by på. Personligheter som Madam Felle fortjener sannelig en statue og sang, for å slukke den mannlige tørsten er jo det viktigste som finnes ;-)Ha en flott Pinse kjære du.Klem fra Marit

    Balas
  • Rab, 8 Feb 2017 | 22:54 pada 10:54 PM
    Permalink

    Thank you for composing informative content. I’m impressed with your ability to write persuasive material. You’ve given me a large amount of thought-provoking views to consider.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *