Endang Mustikasari Diracun Atau Minum Racun ?

Ketoprak Seniman Muda Surakarta Pentaskan Labuh Trisno Saboyo Pati

JO, Solo – Ketoprak Seniman Muda Surakarta (KSMS), Sabtu (6/2), berkolaborasi dengan Duta Wisata Solo Raya dan Kabupaten Grobogan  gelar pentas gabungan, angkat lakon Labuh Trisno Saboyo Pati, pentas digelar di Gedung Kesenian Taman Balekambang.

Menurut Koordinator KSMS, Tatak Prihantoro, pentas kali ini merupakan pentas istimewa, didukung finalis putra-putri Solo Raya dan Kabupaten Grobogan yang saat ini menjadi duta wisata daerah masing-masing.

“Kami sengaja berkolaborasi dengan anak muda, agar mencintai budaya tradisi, khususnya seni ketoprak. Alhamdulillah bak gayung bersambut. Mereka sangat senang dan bersemangat bermain ketoprak. Mereka berbakat dan gampang menyesuaikan diri. Hanya berlatih dua tiga kali saja, mampu tampil memikat “ ungkap Tatak.

Pentas Labuh Trisno Saboyo Pati,  lanjut Tatak, disutradarai Meteor Slamet Slenk, dengan asisten sutradara Dwi Mustanto dan Darmono. Pemasangan asisten dari kalangan seniman generasi kedua dimaksudkan agar terjadi regenerasi pemain dan sutradara.

Meteor Slamet Slenk, sengaja mengangkat lakon Labuh Trisno Saboyo Pati, karena relevan dengan kondisi aktual saat ini terkait kematian Mirna yang misterius akibat minum kopi yang mengandung racun sianida.

“Dalam kisah ini endang Mustikasari, anak Resi Gutama, dari Padepokan Putat Selawe, mati, akibat menenggak racun. Kematian berlatar kisah asmara segitiga antara Sanggoro dan Sidarta. Kedua pemuda ini mencintai Mustikasari. Hanya dalam kisah ini ending cerita berbeda. Mustika Sari bunuh diri ataukah dibunuh ?” jelasnya. – tyo

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *