Solo Awali Rangkaian IAPE 2016

Targetkan 8.000 Pengunjung Selama Pameran, Bambang Supriyadi saat Tehnical Meeting peserta pameran IAPE, di Solo Bistro Resto. Rabu (24/2/2016).

JO, Solo – Setelah sukses menjadi tuan rumah Indonesia Apparel Production Expo (IAPE) 2015 lalu, tahun ini roadshow pameran IAPE juga akan dimulai dari Solo.

Reputasi Solo sebagai “Kota Batik” memang tidak hanya sebatas slogan semata, masyarakat Solo terbukti antusias dengan industri garment, konveksi dan sablon seperti yang terlihat pada gelaran pameran IAPE tahun 2015.

Pada roadshow di tahun 2016 inipun Solo akan menjadi tuan rumah pertama dimana penyelenggaraan event akan dilakukan di Diamond Solo Convention Center, Jl Slamet Riyadi 329 Solo pada tanggal 10-12 Maret 2016.

Ketua Panitia IAPE, Bambang Supriyadi mengatakan, pameran industri dan teknologi produksi sandang yang bertajuk Indonesia Apparel Production Expo memasuki tahun ketiga dan akan diikuti sedikitnya 43 perusahaan.

Project Manager Pameran IAPE, Aulia Suhandika
Project Manager Pameran IAPE, Aulia Suhandika

“Teknologi produksi yang kita pamerkan lebih canggih, yaitu digital printing tekstil, itu yang membedakan dari pameran tahun lalu,” ujar Bambang Supriyadi saat Tehnical Meeting peserta pameran IAPE, di Solo Bistro Resto. Rabu (24/2/2016).

Alasan memilih Kota Solo sebagai tempat pameran, ungkap Bambang, karena potensi pasar yang cukup tinggi, khususnya untuk peminat alat produksi tekstil. Terbukti dari pameran sebelumnya animo pengunjung selalu melebihi target.

“Selain Solo terkenal akan batiknya, produk tekstil dan garmennya tak diragukan lagi. Berharap dengan pameran ini bisa turut mendorong pertumbuhan industri lebih maju,” terang Bambang.

Project Manager Pameran IAPE, Aulia Suhandika menjelaskan, jika pameran ini targetnya bisnis to bisnis. Sehingga pihaknya tidak menargetkan transaksi, melainkan jumlah pengunjung.

“Target pengunjung pameran tahun ini diatas 8.000, selain demo teknologi juga akan menyajikan proses industri dari hulu hingga hilir. Seperti proses desain, produksi hingga penjualan barang jadi.” tegasnya. – ian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *