Mustika Jawa Dwipa Tema SBC 9

JO, Solo – Solo Batik Carnival (SBC) adalah perhelatan carnival dengan menjadikan batik yang merupakan hasil karya luhur budaya tradisional dan bertujuan untuk memperkenalkan batik sebagai ikon budaya tradisional Indonesia. Helatan ini sudah memasuki tahun ke-9 semenjak pertama kali dilaksanakan.

Kegiatan pertama yang merupakan bagian dari rangkaian keseluruhan acara SBC dilaksanakan di di Pendhapi Gede Pemkot Solo, Pukul 10.30 hingga selesai. Minggu, 6 Maret 2016. Panitia mengagendakan untuk registrasi ulang bagi peserta yang telah mendaftar melalui sekretariat SBC, Kantor Disbudpar dan Kelurahan serta Kecamatan di Surakarta, selain juga koordinasi pembagian workshop di 5 kecamatan.

Yanuar, salah satu instruktur SBC 9, setelah diawali workshop di Balaikota Solo, selanjutnya akan dilaksanakan di masing-masing kecamatan ditiap minggunya. Diharapkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat di kota Solo, untuk lebih menanamkan rasa memiliki ikon kota Solo ini agar lebih kuat dan mengakar.

“Dimasing-masing kecamatan, workshop akan diampu oleh 3 instruktur untuk desain kostum, koreo dan teater, di bantu 10 personal volunteer. Diharapkan semakin terjalin kedekatan,” pungkasnya.

Peserta SBC 9 saat memperhatikan prototipe kostum saat workshop, Minggu (6/3/2016)
Peserta SBC 9 saat memperhatikan prototipe kostum saat workshop, Minggu (6/3/2016)

Untuk tahun ini mengusung tema Mustika Jawa Dwipa, terinspirasi oleh keindahan dari bentuk keris. Keris merupakan pusaka yang berbentuk senjata tikam pendek bermata dua dengan motif motif yang unik dan memiliki filosofi yang tinggi, sehingga keris dapat dimaknai do’a bagi sang pemiliknya.

“Keris tidak dapat dipisahkan dengan peradaban Jawa. Dalam pandangan masyarakat Jawa, keris merupakan salah satu pusaka kelengkapan budaya,” ujar Yanuar, salah satu instruktur SBC 9, saat launching tema. Minggu (6/3/2016)

Sub tema keris pada desain kostum karnaval dengan warna dasar kuning, dan batik yang digunakan berlatar hitam (latar ireng). Motif batik bebas tetapi hanya boleh terdapat satu motif di setiap kostum. Inspirasi bentuk menyerupai pendok, bilah keris maupun pamor.

Sub tema yang kedua adalah gamelan, dimana kemegahan bentuk alat musik tradisional asli Indonesia kali ini menginspirasi Solo Batik Carnival 9 dalam menciptakan karya terbaru dan terbaiknya. Selain suaranya yang dapat dinikmati, bentuknya yang sangat indah akan diwujudkan dalam sebuah karya kostum karnaval.

“Gamelan jawa merupakan salah satu peninggalan pada jaman jawa kuno. Gamelan terdiri dari gong, kendhang, kempul, kenong, slenthem, saron, bonang, rebab, pekik,demung dan lain-lain,” papar Yanuar.

Pada desain kostum karnaval dengan warna dasar merah dengan warna kombinasi kuning keemasan, menggunakan batik dengan Latar Sogan dan Latar Ireng, terinspirasi bentuk ukiran pada kayu gamelan, pencon , bilah, rebab, dll

Sub tema yang ketiga adalah lampu, lekukan ukiran dan sinaran cahaya yang terpancar dari lampu-lampu antik telah memberikan inspirasi untuk menciptakan kostum karnaval yang akan mengangkat kemewahan yang terpancar dari lampu-lampu ini.

Ukiran-ukiran kerangkanya, juntaian rantai, serta gemerlap kristal yang akan menjadi inspirasi terwujudnya kostum SBC 9 tahun ini.

Dengan warna Oranye, Hijau dan Tembaga. Adapun motif batik yang digunakan Latar Sogan, Inspirasi bentuk kostum ukiran logam, kristal, lilin susun.

Sub tema yang keempat adalah candi, dan Candi Prambanan merupakan mahakarya kebudayaan Hindu dari abad 10. Bangunan yang megah dan menjulang setinggi 47 meter membuat kecantikan arsitekturnya tak tertandingi. Candi ini sangat erat dengan legendanya tentang Roro Jonggrang.

Tema ini pernah d tampilkan pada SBC 4 yang mengangkat legenda Roro Jonggrang, tetapi kali ini SBC 9 lebih menonjolkan arsitektur candi itu sendiri. Dengan dominasi warna Abu-abu, Hitam dan Silver, motif batik yang digunakan ber Latar Putih dan Latar Sogan, Inspirasi bentukkostum berupa relief candi, bentuk candi prambanan

Untuk menumbuhkan kreativitas peserta juga keperluan kompetisi dan awarding kostum di SBC 9 ini panitia memberikan ketentuan dan syarat bagi peserta salah satunya peserta tidak diperkenankan membeli kostum kepada pihak lain.

“Setiap peserta wajib menampilkan hasil kreasinya sendiri berdasarkan arahan yang diberikan oleh instruktur,” tutur Ketua Penyelenggara, Ian Prasetyo. – yan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *