Anggotanya Jadi Tersangka, KAI Solo Bentuk Tepas

KAI_LogoJO, Solo – Team Pembela Advokat Sudarman (Tepas) yang dipimpin Heru S Notonegoro yang juga Vice President Dewan Pimpinan Pusat Kongres Advokat Indonesia (DPP KAI) mempertanyakan status Sudarman anggota KAI, sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemberian keterangan palsu dokumen permohonan pemblokiran sertifikat tanah seluas 2.542 m2 atas nama Mulyono yang terletak di jalan Dr. Rajiman, Laweyan, Solo (Hotel Baron Indah – Red) ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) Solo.

Menurut Heru saat ditemui Senin, (14/3/2016) beberapa hari yang lalu, penetapan Sudarman sebagai tersangka oleh Direskrimum Polda Jateng dinilai tidak pada tempatnya dikarenakan yang bersangkutan (Sudarman) kapasitasnya sedang dalam menjalankan pekerjaan sesuai profesinya sebagai seorang advocat

Sebagai bentuk solidaritas dan pembelaan terhadap profesi advokat , KAI telah membentuk Team Pembela Advocat Sudarman (Tepas) yang terdiri dari 10 pengacara anggota KAI guna melakukan pembelaan.

Lebih lanjut menurut Heru sebagai ketua Tepas, kliennya saat menjadi kuasa hukum Sunarjo Dharmanto diberi tugas atau kuasa untuk mengajukan surat permohonan pemblokiran ke BPN. ”Tugas tersebut dijalankan Sudarman atas permintaan Sunarjo, tentunya didasari semua data yang ada, termasuk dilampiri perkara Nomor 24/Pdt.G/2012/PN.Ska dalam membela Sunarjo di Pengadilan Negeri (PN) Surakarta,” Jelasnya.

Heru yang saat itu didampingi Ketua DPC KAI Surakarta Choiriyah SH selanjutnya mengatakan, soal kliennya mengajukan permohonan pemblokiran diterima atau ditolak, itu menjadi kewenangan pihak BPN, sebab semua data tentang obyek sengketa, datanya ada di BPN. ”Namun kenapa klien saya yang diberi tugas dari Sunarjo untuk membuat surat permohonan pemblokiran, justru menjadi tersangka,” Katanya dengan nada Tanya.

Dalam penilaiannya kapasitas Sudarman dalam kasus dokumen permohonan blokir sertifikat adalah membela kepentingan kliennya di persidangan sesuai pasal 16 UU No 18 Tahun 2003 tentang advokat. Dimana sesuai pasal 16 disebutkan advokat tidak dapat dituntut, baik secara perdata dan pidana dalam menjalankan tugas profesinya dengan itikad baik untuk kepentingan kliennya dalam sidang pengadilan.

Terpisah Sunarjo Dharmanto yang juga ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Direskrimum Polda Jateng dalam kasus yang sama saat dikonfirmasi di kediamannya di Jalan Gatot Subroto 51 tidak dapat ditemui. Menurut Siti (istrinya –Red) yang bersangkutan sedang pergi keluar kota.

Saat ditanya lebih lanjut apakah kepergian Sunarjo tujuannya ke Polda Jateng, Siti mengiyakan namun dirinya tidak dapat memastikan apakah kepergian suaminya berkaitan dengan statusnya sebagai tersangka yang sedang dikenai wajib lapor. ”Saya tidak mengetahui tujuan suami saya ke Polda untuk apa,” Jawab Siti. – nug

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *