Terlibat Judi Cap Ji Kie, 2 Warga Sukoharjo Di Gerebeg Ormas

Setyo, Koordinator Ormas Hizbulloh Saat Melapor Di Mapolsek Mojolaban (Foto. Nug)

JO, Solo – Lima orang berhasil diamankan oleh ormas islam Hizbulloh saat melakukan penggrebekan perjudian di Desa Triyagan, Mojolaban, Sukoharjo, Minggu, (3/4/2016), sekitar pukul 11.30 Wib. Kelimanya kemudian diserahkan ke Polsek Mojolaban guna diproses hukum lebih lanjut.

Hasil pemeriksaan awal di Polsek Mojolaban, dua orang bernama Ismail alias Sompil (38 tahun) beralamat di Dk. Ngoro tengah Rt 01/ Rw 04 dan Paryanto alias Peretut (28 tahun) asal Dk, Ngoro tengah Rt 03/ Rw 03, keduanya penduduk Desa Triyagan, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo di duga sebagai pelaku perjudian jenis Cap Ji Kie. Sementara tiga orang lainnya dinyatakan tidak terlibat.

Selanjutnya, dua terduga pelaku perjudian diamankan di Polsek Mojolaban. Dari alat bukti yang didapat, keduanya dijerat pasal 303 KUHP tentang perjudian yang ancaman pidananya maksimal 10 tahun. Barang bukti yang berhasil disita berupa, satu buku rekapan cap jie kie, satu buku bon cap ji kie, dua paito (jurnal-Red) cap ji kie, dua bendel keplek togel, satu paito (jurnal-Red) togel, tiga alat tulis (bolpoint), lima handphone berbagai merk, serta uang tunai Rp,65.000, hasil penjualan togel.

Menurut Setyo Tri Widiyatno, pelapor sekaligus koordinator Ormas Islam Hizbulloh Wilayah Solo Timur, saat dilakukan penggrebegan banyak warga dilokasi transaksi perjudian berhamburan lari, mengetahui ada sweping. Hasilnya lima orang berhasil dijaring. Selanjutnnya penanganannya diserahkan kepada aparat kepolisian. “Dalam penggrebegan ini, kami menggerahkan puluhan anggota Hizbulloh dengan mengendarai sepeda motor.” katanya saat menyerahkan pelaku dan barang bukti di Polsek Mojolaban.

Kapolsek Mojolaban, AKP Priyono, saat ditemui di kantornya mengatakan, sangat mengapresiasi peran warga masyarakat yang telah berperan membantu kerja polisi dalam memerangi Pekat.”Kami berterima kasih kepada ormas Hizbulloh yang telah membantu polisi dalam memberantas salah satu penyakit masyarakat berupa tindak perjudian.” ujarnya.

Priyono mengatakan, peran masyarakat dalam memberantas Pekat dinilai sangat membantu kinerja polisi mengingat tidak semua hal bisa dilakukan oleh aparat kepolisian. Pihaknya berjanji, akan menindaklanjuti kasus ini sesuai hukum perundang-undangan yang berlaku sampai ketingkat penuntutan umum. “ Kita akan lidik bila telah cukup bukti akan kita limpahkan ke penuntutan umum.” pungkasnya. – nug

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *