Bea Cukai Solo Gagalkan Pengiriman Sabu Senilai Rp.1,204 M

Foto. Tersangka dan BB Sabu Dalam Manequin Di Bea Cukai Solo

JO, Solo – Aparat Bea Cukai Solo berhasil menggagalkan penyelundupan paket sabu seberat 602 gram, senilai Rp.1,204 milyar dari Nigeria. Selasa,(5/4/2016). Barang haram tersebut, modusnya disembunyikan dalam manequin (boneka-Red).

Dalam manifest tertulis, nama YAS, sebagai  penerima paket sabu dengan alamat, Jungke, Karanganyar, Jawa Tengah.

Dari hasil tes terhadap material isi lima bungkus paket dengan menggunakan narcotest, ternyata, barang berujud kristal tersebut mengandung senyawa organik jenis methamphetamine HCL atau dikenal bernama sabu.

Kepala Kantor Bea Cukai Solo, Yosef Erdiansah kepada awak media mengatakan, sebelumnya pihaknya mencurigai adanya pengiriman barang berupa mannequin dari Nigeria. Setelah dilakukan pemeriksaan secara mendetail oleh petugas, ditemukan lima bungkus paket sabu disembunyikan dalam mannequin. Paket ditujukan ke sebuah alamat di Desa Padangan, Jungke, Karanganyar, Jawa Tengah, jelasnya di kantor Bea Cukai Solo. Rabu,(6/4/2016).

Selanjutnya, aparat bea cukai  bekerja sama dengan pihak Kepolisian dan Kantor Pos cabang Solo melakukan penelusuran alamat penerima. Hasilnnya didapati YAS bersama teman-temannya. Mereka seketika itu langsung diringkus.

Yosef mengungkapkan, kasus pengiriman paket sabu dimasukkan dalam mannequin ini adalah yang pertama kali ditemukan.“Setiap gram paket sabu di jual Rp. 2 juta, apabila ditotal jumlah seluruhnya Rp.1,204 miliar. Dalam hal ini Bea Cukai bersama Kepolisian telah berhasil menyelamatkan 6.816 jiwa yang terancam dari bahaya penyalahgunaan narkoba.”Ujarnya.

Berdasarkan barang bukti yang didapat, tersangka akan dijerat dengan Pasal 102 huruf e Undang Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang perubahan atas Undang Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan. Tentang asal paket sabu dari Negara Nigeria,maka tersangka juga terjerat Pasal 113 Ayat (2) Undang Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dikarenakan kuat dugaan adanya keterlibatan dengan jaringan narkotika internasional. Penanganan selanjutnya akan diserahkan kepada Direktorat IV Bareskrim Polri – nug

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *