Dasawarsa Ketoprak Ngampoeng Pentaskan “Wongsopati”

JATENGONLINE, SOLO – Dalam rangka memperingati satu dasa warsa perjalanan ketoprak Ngampoeng, bertempat di Gedung kesenian Taman Balekambang Solo, Kamis ( 20/7/2017), pukul 19.00, akan pentaskan lakon garapan “Wongsopati”.

Koordinator Ketoprak Ngampoeng, Tatak Prihantoro, menjelaskan pentas akan disutradarai Dwi Mustanto.

“Biasanya kami ultah pentas di kampung-kampung. Kali ini pentas ultah ke-10 dibantu mahasiswa ISI yang menangani manajemen, pemain, pemusik, property, sampai promosi,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Tatak, memaparkan ketoprak Ngampoeng, muncul dilatarbelakangi agar ketoprak tetap eksis, dengan jalan main di kampung-kampung dengan personil yang lebih kecil, serta lakon yang dibawakan kisah kehidupan keseharian. Penyajian ringan dan menghibur melibatkan penonton secara langsung, secara interaktif.

Sutradara pentas, Dwi Mustanto, menjelaskan, kisah Wongsopati berlatar belakang perang Blambangan dan Majapahit. Wongsopati abdi Kinasih Ronggolawe Adipati Tuban yang menjadi Senopati Majapahit melawan Minak Jinggo Adipati Blambangan.

“Wongsopati bukan pejabat. Dia hanya prajurit biasa, sebagai penongsong atau pembawa payung Ronggolawe saat maju perang di medan laga. Dari sanalah cerita mengalir berbicara banyak hal sosial, politik dan cinta tanah air,” ujarnya.

Pentas terbuka untuk umum. Harga Tanda Masuk (HTM) hanya 10 ribu (arn).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *