Mila Marlina: Saya Bukan Atlit !

Mila Marlina

JATENGONLINE, SOLO – Mila Marlina adalah seorang pelari, demikian dia minta menuliskannya, karena dirinya selalu merendah jka di katakan seorang atlit, meski toh pada kenyataannya merupakan sosok pelari berprestasi yang  bersejarah untuk Indonesia. Dikalangan atlit lari, hampir pasti tidak ada yang tidak mengenal siapa Mila Marlina.

Mila Marlina adalah salah satu atlit pelari putri terbaik yang pernah dimiliki Indonesia. Perempuan yang lahir di Semarang 15 Februari 1972 dari pasangan Santosa Basuki dan Indriati ini memulai menjadi pelari awalnya karena ketidaksengajaan, pada saat itu ia baru saja kehilangan sosok yang menjadi inspirasi dalam hidup nya yaitu Ayahnya (Santosa Basuki), karena merasa terpukul dan tidak bisa menerima keadaan akhirnya Mila pun mencoba melakukan kegiatan untuk bagaimana cara dia untuk menerima kenyataan bahwa ayahnya telah tiada.

Sampai pada akhirnya dia melarikan kakinya entah menuju kemana dia ingin, berlari dan terus saja berlari  sampai dia tidak mengetahui sampai dimana dia berlari.

Meskipun Mila Marlina bukan lagi atlit muda, namun mengenal Mila Marlina lebih banyak menjadikan motivasi tersendiri bagi pelari pemula maupun pelari muda untuk terus memacu prestasi, dan mengambil sisi positif dari seorang Mila Marlina.

Mila Marlina selalu menyempatkan diri untuk berfoto bersama

Berikut sepintas wawancara dengan Mila Marlina, di usai even Sleman Temple Run 2017

(JO) Sepanjang mengikuti ajang lari, momen yang paling berharga dan berkesan menurut Mila Marlina selama ini ? Kenapa?

(Mila) Ini pertanyaan yang paling susah untuk dijawab, Mila mengungkapkan semua event yang dia ikuti beserta momen – momen yang ada di dalamnya sama berharganya. Mila mengakui tidak ada bisa memilih jika ditanya momen apa yang berharga.

Karena menurutnya setiap momen memberikan pelajaran yang berbeda yang berkesan buat dia.Jika ditanya apakah momen finish adalah yang berga dia menjawab tidak. Momen dimana Mila sudah begitu lemah, bahkan gagal finish juga diakuinya sangat berkesan. Karena dari situ dia merasa banyak belajar.

Apakah ada jenis latihan fisik rutin yang dilakukan Mila Marlina setiap hari? Apa saja?

Setiap hari… tentunya Mila berlari minimal 10 km sehari. Selain itu, Mila juga latihan beban ringan 1-2 jam sehari. Karena lari tidak hanya membutuhkan otot kaki. Otot-otot lain yang mendukung juga harus dilatih.

 Dimana lokasi yang paling disukai Mila Marlina ? Mengapa ?

Mila lebih suka berlari trail daripada road karena jalurnya yang bervariasi sehingga tidak membosankan, dan pemandangannya yg indah.Untuk lokasi trail ultra marathon yg paling dia sukai di bromo dan rinjani. Pemandangannya yang sangat luar biasa.

Bagaimana biasanya Mila Marlina menjaga konsistensi saat berlari sejauh itu? Terutama saat di malam hari, atau melalui kawasan yang asing sekalipun

Untuk konsistensi fisik dalam arti endurance, itu adalah hasil dari latihan. Selain itu, Mila selalu memakai earphone . Diakui Mila music sangat membantunya, terutama di malam hari, sendirian di tengah hutan. Membantunya untuk tetap fokus pada marka dan mengalihkan pikirannya dari rasa takut. (ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *