Pemasaran BPR Harus Kreatif, Inovatif dan Efektif

JATENGONLINE, KLATEN – PT BPR Gunung Mas, Sabtu (22/7/2017), bertempat di Merapi Resto, Klaten, bekerjasama dengan Amalia Consulting, menggelar workshop “Pemasaran BPR Kreatif, Inovatif dan Efektif”. Kegiatan diikuti 32 peserta dari jajaran karyawan, direksi dan komisaris.

Workshop dibuka oleh Komisaris PT BPR Gunung Mas, Budi Santoso, S.Sos, dalam sambutannya memberikan dukungan penuh kegiatan workshop, karena sejalan dengan visi BPR Gunung Mas menjadi BPR yang sehat, besar dan kuat.

“Syarat utama mewujudkan visi tersebut, SDM harus kompeten dan profesional agar bisa memenangkan persaingan yang semakin ketat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Budi Santoso, mengapresiasi kinerja karyawan dan direksi yang hingga semester pertama, pencapaian aset, laba, penghimpunan dana dan pelemparan kredit di atas 90 persen. Bahkan disaat BPR lain Non Performance Loan (NPL) di atas 5 persen, BPR Gunung Mas bisa menekan hingga 3,5 persen dari target 3,8 persen.

“Kami mohon jangan cepat puas diri. Inilah mengapa kita selenggarakan workshop di awal semester kedua, agar kita bisa menyusun strategi. Target? 2017 tidak saja tercapai, namun bisa terlampui 150 persen. Agar modal kita semakin kuat, sehingga bisa melaju lebih cepat,” pintanya.

Direktur Amalia Consulting, Drs. Suharno, MM, Ak, CA, MIPR, memaparkan program dan kegiatan pemasaran konvensional yang hanya sekedar copy paste dan bersifat rutinitas harus ditinggalkan. BPR dituntut kreatif dan inovatif dalam menyusun strategi pemasaran.

“Strategi pemasaran harus berdasarkan analisis lingkungan dan mengkaji perilaku konsumen. Dari kajian tersebut barulah bisa menyusun segmentasi, targeting dan positioning, sehingga strategi yang disusun bisa meningkatkan kinerja keuangan secara efektif sekaligus efisien,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Suharno, menyayangkan strategi promosi yang sangat efisien dan berjangkauan luas yaitu media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram jarang yang memanfaatkan. Bila memanfaatkan, hanya sekedarnya saja, tidak digarap optimal dan konsisten.

Acara workshop diakhiri penyusunan komitmen bersama yang dituangkan dalam panca komitmen. Saat menutup workshop direktur utama BPR Gunung Mas, Sunarji, S.S, berharap panca komitmen yang mencakup diantaranya integritas, penambahan portofolio dana dan kredit, penggunaan media sosial, pelayanan prima dan semangat belajar berkelanjutan, tidak sekedar retorika, namun ditindaklanjuti (arn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *