Juminten Prinsip Saling Bantu Antar Anggota

Indrias Senthir, Koordinator dan Pendiri Juminten

JATENGONLINE, SOLO – Komunitas pelaku Usaha Menengah Kecil Mikro (UMKM) Jumpa Minum Teh dan Niaga (Juminten) merupakan sebuah komunitas yang merangkul Usaha Kecil Menengah (UKM) di area Solo Raya, berkomitmen untuk tumbuh dan maju bersama dalam berusaha.

Komunitas ini didirikan pada 14 Februari 2017 lalu. Awal mulanya hanya 12 UKM saja yang bergabung.
Meski baru dibentuk beberapa bulan, komunitas ini sudah memilik 69 anggota dari berbagai macam jenis usaha. Seperti kuliner, fashion, craft, jasa dan lain sebagainya.

Tidak terbatas hanya mereka yang sukses dalam usaha yang bergabung, namun mereka yang baru mulai merintis usahapun juga ada. Prinsipnya pertemanan ini memiliki konsep tidak membatasi, silakan mereka datang terlebih dulu di pertemuan, baru memutuskan untuk bergabung.

“Mereka yang tergabung di Juminten, selain karena referensi dari teman, juga merasa cocok dan sejalan program yang ada di komunitas ini.” terang Indrias Senthir, pengelola Juminten.

Konsep saling berbagi, menjadi dasar pertemanan ini, berat sama dipikul ringan sama dijinjing, pepatah yang diterapkan Juminten menjalankan grup UKM ini, saling membantu antar anggota.

Bentuk dukungan tersebut tidak hanya dari pembelajaran secara lisan, namun di kala salah satu anggota membutuhkan bantuan berupa barang atau jasa yang dimiliki oleh UKM lainnya, maka mereka tidak segan-segan mengulurkan tangan.

Meski baru seumur jagung, Indrias mengaku sangat bersyukur karena berbagai instansi dan elemen pemerintah pun turut mendukung keberadaan Juminten. Seperti halnya Dinas Koperasi dan Dinas Perdagangan yang selalu memberikan dukungan.

Mereka mengajak untuk berpartisipasi dalam pameran UKM layaknya INA Craft di Jakarta, juga beberapa agenda pameran yang bisa diikuti oleh Juminten, selain membantu dari segi pelatihan. Jadi, anggota bisa lebih pintar baik dari segi pengelolaan atau pemasaran produk.

“Harapan kami dengan majunya UKM maka juga akan turut menyejahterakan masyarakat karena akan lebih banyak lapangan kerja terbuka,” ungkapnya.

Anggota Forum Juminten Solo Raya diharapkan mampu lebih berkembang dan maju bersama-sama. Seperti komitmen awal saat peluncuran komunitas ini si Solo Paragon Lifestyle Mall , lima bulan lalu.

“Selain ngobrol santai, diharapkan kegiatan Juminten mampu menambah jaringan bisnis bagi para pemilik UMKM,” terang Senthir.

Ngobrol santai, tapi juga berbisnis, dengan begitu akan menambah jaringan semakin luas, lanjut Senthir, UMKM yang berkembang tersebut tidak menutup kemungkinan akan melebarkan sayap ke usaha-usaha yang lain.

Sementara untuk mensikapi maraknya pasar online, pendiri Juminten ini berharap ke segenap anggotanya untuk segera mengoptimalkan website, selain memudahkan komunikasi juga sebagai langkah menuju pasar yang lebih luas dengan basic IT.

“Juminteners segera membuat website usahanya, untuk memudahkan komunikasi antar anggota juga pasar global, meskipun saat ini mereka aktif diberbagai sosmed,” pungkas Senthir. (ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *