Revolusi Bisnis Hotel Solusi Hadapi Persaingan

JATENGONLINE, SOLO – Industri perhotelan Indonesia kini kian ramai disesaki oleh pemain. Seiring dengan naiknya jumlah kelas menengah, tren traveling atau berlibur di dalam negeri juga ikut menanjak.

Jangankan membuat industri perhotelan semakin menjanjikan, tren tersebut malah menekan landscape persaingan antar-hotel menuju titik jenuh. Okupansi yang diharapkan naik seiring naiknya jumlah turis tidak terjadi dikarenakan semakin banyaknya jumlah hotel yang didirikan.

Revolusi Bisnis Hotel, menjadi sebuah terobosan yang luar biasa untuk keluar dari stag dan mandegnya margin diperhotelan akibat banyaknya hotel yang bermunculan, yang berakibat pada tingginya persaingan.

Tingkat ketersediaan kamar hotel pun berlebih, sementara tamu yang berkunjung tak ada peningkatan secara signifikan, praktis okupansi semakin drop.

“Jaman sudah berubah, keinginan dan kebutuhan kastamer pun ikut berubah jadi pasar perhotelan pun ikut berubah,” papar Master Hotel Indonesia, Dicky Sumarsono, saat dihubungi. Minggu (30 /7/2017)

Diperlukan strategi dan cara baru dalam menjual produk hotel, jika tidak berubah maka akan ditinggalkan. Sementara banyak sekali perubahan-perubahan yang terjadi di landscape bisnis dunia perhotelan.

“Saya melakukan revolusi bisnis hotel,” tegas Dicky

Bahwa dengan adanya perubahan ini cara hotel memberikan kepuasan, cara melayani para pelanggannya serta cara menjual produknya pun harus berubah. Merupakan bentuk revolusi yang harus dilakukan. (ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *