Alfamart Tingkatkan Pengetahuan Manajemen Ritel UKM Boyolali

JATENGONLINE, BOYOLALI – Untuk mengantasipasi perubahan perilaku konsumen pada era saat ini, puluhan pelaku UMKM mengikuti pelatihan manajemen ritel modern yang digelar PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) bekerjama dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Pemerintahan Kabupaten Boyolali. Selasa (8/8/2017) di Boyolali,.

Branch Manager Alfamart, Sudarman Muhammad mengatakan, pelatihan yang melibatkan para pelaku UMKM ini digelar secara rutin setiap tahun dan di setiap wilayah yang memiliki jaringan toko Alfamart.

“Mengajak para pelaku UMKM khususnya yang memiliki bisnis ritel untuk memahami manajemen ritel modern. Terkait pola perubahan konsumen yang harus dicermati. Ritel tradisional serta ritel modern sudah saatnya tumbuh berdampingan. Keduanya harus bersinergi dan sekarang jumlah warung kecil Binaan Alfamart khususnya yang ada di Boyolali sebanyak 740 pedagang binaan,” katanya.

Bentuk sinergi yang dilakukan Alfamart dengan peritel tradisional yakni melalui program Outlet Binaan Alfamart (OBA). Program tersebut dijalankan dalam dua bentuk. Pertama, memberi pendampingan, pelatihan manajemen ritel. Kedua, menyediakan layanan pesan antar barang dagangan dengan harga khusus bagi member pedagang OBA. Selain itu, juga ada bedah warung yang dijalankan bagi pedagang terpilih.

Sejalan dengan visi perusahaan, yakni menjadi jaringan distribusi ritel yang berorientasi pada pemberdayaan pedagang kecil. “Pedagang ritel tradisional perlu dibekali dengan ilmu manajemen ritel modern agar memiliki daya saing,” imbuh Sudarman.

Materi yang disampaikan dalam pelatihan manajemen ritel modern ini antara lain, tentang manajemen penataan barang, pengaturan stok barang, manajemen keuangan (cash flow), serta tips mengamati tren pasar terkait produk yang sedang diminati.

Salah seorang peserta pelatihan,Agus warga Jalan Kutilang Boyolali mengaku sangat terbantu dengan adanya pelatihan semacam ini, membuka wawasan terkait pengetahuan terkait penataan barang serta tren mengamati produk yang laku dijual.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Boyolali, Widodo yang membuka kegiatan tersebut, pemerintah terus berupaya untuk mendorong para pelaku usaha bidang perdagangan ritel trdisional agar memiliki keinginan kuat untuk menjadikan usahanya terus berkembang. Diharapkan keduanya bisa sama-sama berkembang dan berkontribusi positif pada perekonomian daerah. (ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *