Kinerja PD BPR BKK Demak Kian Melejit

JATENGONLINE, SOLO – Pada semester pertama tahun 2017 disaat sebagian pengusaha mengeluh kondisi ekonomi lesu, PD BPR BKK Demak justru menunjukkan kondisi yang sebaliknya, kinerjanya semakin meningkat.

Ketua Dewan Pengawas PD BPR BKK Demak, Danang Purwanto, seusai membuka workshop Pelayanan Prima Berbasis Kearifan Lokal, Sabtu (12/8/2017) di Swiss Bellinn Saripetojo Hotel Solo, menyatakan bahwa target semester pertama tahun 2017 terpenuhi. Hal ini berkat kerja keras dan kekompak yang dijalin dengan semangat kekeluargaan yang tinggi.

“Saat ini kita menjadi BPR terbesar di Demak. Dengan aset 185 milyar didukung 101 pegawai. Laba tahu ini ditarget 10 milyar dan tahun depan 12 milyar. Alhamdulillah semester satu target dapat tercapai,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Danang, memaparkan kunci sukses menghadapi persaingan yang cukup tajam antar lembaga keuangan saat ini adalah kekompakan kerja, SDM prima, rotasi kerja, peningkatan pengawasan internal, serta terbangunnya sistem IT yang handal.

“Bila kesemua syarat di atas terlaksana. Pasti pelayanan pada masyarakat prima. Bekerja profesional sesuai SOP, sehingga bisa melayani masyarakat cepat dan tepat,” paparnya.

Muaranya tingkat kesejahteraan pegawai, laba dan aset dan kontribusi setoran PAD untuk kabupaten serta provinsi juga meningkat.

“Kita bersyukur karena laba di atas 10 milyar, PD BPR BKK Demak masuk katagori bank elite. Sehingga standar kerja terus kita upayakan setara dengan bank umum,” pungkasnya.

Workshop Pelayanan Prima Berbasis Kearifan Lokal dan Spiritual diikuti 55 peserta yang terkait bagian front office. Dipandu direktur Amalia Consulting, Suharno, berlangsung atraktif dan interaktif dengan konsep edutainment.

Workshop ditutup Direktur Utama PD BPR BKK Demak, Sunoto, berharap materi dan simulasi yang telah dilaksanakan saat workshop tidak sekedar tahu, namun betul-betul diterapkan saat melaksanakan tugas dan pekerjaan sehari-hari.

“Kami mohon kepada kepala cabang selalu melatih dan memonitor pelaksanaan pelayanan prima. Agar tidak sekedar menjadi jargon semata,” pintanya.

Monitoring implementasi pelayanan prima, menjadi tanggungjawab Direktur Kepatuhan PD BPR BKK Demak, Topo, yang akan melaksanakan secara intensif. (arn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *