Kesadaran UKM Lakukan Branding Masih Rendah

JATENGONLINE, KARANGANYAR – Pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) belum banyak yang sadar terhadap branding produk. Akibatnya produk UKM walaupun berkualitas dipandang sebelah mata dan tidak mampu menembus persaingan global.

Demikian diungkapkan dosen prodi akuntansi dan Magister Manajemen (MM) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta saat menjadi narasumber pelatihan wirausaha yang diselenggarakan mahasiswa KKN Unisri, di bale desa Sambirejo, Jumantono, Karanganyar, Senin (21/8/2017).

Lebih lanjut, Suharno, memaparkan produk bagus, bila tidak dikemas dan diberi merek, hanya akan menjadi barang komoditas. Tidak memiliki nilai tambah dan harga produk tidak bisa premium, akibatnya omzet penjualan dan laba tidak bisa tinggi.

“Contoh nyata segelas kopi di warung hik hanya seharga 3 ribu rupiah. Namun kopi yang dijual ditempat prestise dan bermerek harga bisa 60 ribu rupiah. Begitu juga segelas air putih tidak ada harganya, namun bila dikemas dan diberi merek bisa laku 3 ribu rupiah,” ungkapnya.

Dihadapan 30 UKM dan perangkat desa Sambirejo, Suharno, menghimbau agar tidak malu-malu memberikan merek pada produk yang dibuat. Apapun jenis usahanya, termasuk yang masih katagori usaha kecil dan rumahan.

“Jangan sekedar jualan. Beri nama usaha penting. Walaupun usaha kita hanya jualan bubur ayam, jahit, konveksi dan jualan jamu. Kita harus percaya diri untuk memberikan nama,” tuturnya.

Kepala desa, Sambirejo, Suhardi, menyambut gembira dan memberikan apresiasi tinggi kepada KKN Unisri yang telah menyelenggarakan seminar kewirausahaan. Karena materi sangat mengena sekali. Gampang dipahami dan dilaksanakan. Tip-tip yang disampaikan sangat cocok untuk pengembangan usaha UKM di desa Sambirejo.

Selain materi wirausaha, mahasiswa KKN juga memberikan wawasan terkait bagaimana media membangun opini. Dan juga disampaikan wawasan berinvestasi saham (arn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *