KKN Unisri Gelar Pelatihan Pembukuan UKM Sederhana

JATENGONLINE, KARANGANYAR – Salah satu penyebab UKM sulit berkembang adalah tidak memiliki pembukuan terkait arus kas, jumlah harta, utang dan modal serta informasi laba rugi.

Bagi UKM penyelenggaraan pembukuan dianggap ribet dan bertele-tele. Akibatnya mereka tidak memiliki informasi keuangan yang akurat. Keuangan tercampur. Tidak bisa memisahkan harta usaha dan harta pribadi.

Demikian diungkapkan mahasiswa prodi akuntansi, Lucfia Anisatul Amaliah, saat tampil sebagai narasumber pelatihan pembukuan sederhana untuk UKM di bale desa Harjosari, Rabu (23/8/2017).

Lebih lanjut, Anisatul, mengajak pelaku UKM selalu melakukan pencatatan dan menyelenggarakan pembukuan.

“Minimal uang masuk dan uang ke luar harus dicatat. Agar bapak ibu bisa mengetahui dengan pasti posisi keuangan. Sehingga tidak salah saat mengambil keputusan usaha,” tuturnya.

Pelatihan diikuti 50 peserta pelaku usaha mikro, kecil dan menengah. Peserta tidak hanya dibekali materi namun juga diberi buku kas sekaligus diajari cara menggunakan.

Materi kedua terkait aspek penguatan permodalan disampaikan Adi Nurochim dari BRI Karangpandan. Menyampaikan sosialisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR). Mulai persyaratan dan prosedur pengajuan pinjaman.

Kepala Desa Harjosari, Sutarso, menyambut gembira dan sangat mengapresiasi kegiatan mahasiswa KKN, karena pengetahuan dan ketrampilan pembukuan serta permodalan sangat dibutuhkan bagi pelaku usaha.

Kegiatan juga sangat mendukung terkait dengan pendirian BUMDES desa Harjosari yang rencananya akan memberdayakan ekonomi masyarakat desa, serta akan membuka toko bahan bangunan.

Menutup acara pelatihan secara simbolis diserahkan buku kas dari mahasiswa KKN kepada pelaku UKM desa Harjosari, disaksikan kepala desa (arn).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *