Revolusi Mental Sia-sia, Jika Sumber Pendidikan Mental Terberangus

Ribuan Warga NU Istighosah Kubro di Masjid Agung

JATENGONLINE, SOLO – Menolak full day school (FDS), sekitar 24.000 warga Nahdhatul Ulama (NU) menggelar istighosah. Yakni meminta pertolongan agar dihilangkan atau terlepas dari bala bencana.

“Istighosah sebagai forum Ulama NU (syuriah) yang bermartabat dan terhormat, bercorak ibadah yang menyejukkan dan keilmuan yang mencerahkan memancarkan ahlak rosul maka kami memilih tempat Masjid Agung Surakarta,” jelas KH.Sofwan Faisal, PCNU Sukoharjo. Kamis (24/8/2017)

Di Masjid agung kami semata–mata beribadah, lanjutnya, mendekatkan diri pada Allah agar Allah membukakan pikiran dan hati para pemimpin bangsa agar kebijakan yang dibuat tidak menghancurkan masa depan bangsa.

Madrasah diniyah (Madin) dan pesantren merupakan aset bangsa yang telah berperan dalam mendirikan Negara serta menjaga Negara. Akhir abad ke 19 sampai abad ke 20 madin dan pesantren mematangkan kesiapan akar rumput untuk bernegara terutama di jawa dan minangkabau. Pada tahun 1936-1945 telah menggemakan perjuangan kemardekaan dengan masuk kesatuan barisan kiai, Hizbullah dan sabilillah.

Peran sentral Hadratussyeh Muhammad Hasyim Asy’ari sebagai maha kiai pencetus gerakan semesta untuk kemardekaaan. Tahun 1945: para kiai alumni madin dan pesantren mengeluarkan resolusi jihad dan peristiwa 10 November..

Pada era 1948-1952 mengikis gagasan separatis dan memunculkan tradisi Halal bihalal (K. Wahab Hasbullah pencetus istilah ini). di era 1965 penangkal demoralissi yang digencarkan PKI. Pada tahun 1967 Era orde baru menguatkan Madin denan mengankat guru PNS dan menugaskan paada Madin.

“Diera ini Madin meneguhkan prinsip integritasi nasional melalui kajian piagam Madinah, perjanjian Hudaibiyah, ds di Madin-madin. Sehingga murid memperoleh gambaran utuh pertimbangan fiqihatas penerimaan pancasial, NKRI, UUD 1945 dan Bhenika tunggal ika,” ujar Faisal, yang juga sekretaris pelaksanaan istighosah.

Saat ini Negara menghadapi ancaman Narkoba, Korupsi, terorisme. Saatnya Negara memperkuat Madin bukan memberengus atau mematikan. Kenapa ? 1. Karena Madin menjaga relevansi pengajaran agama Islam kedalam lokalitas msyarakat tingkat bawah dan terbukti membantu penguatan karakter peserta didik. 2. Madin berperan penting sampai di tingkat akar rumput untuk menjaga kerukunan masyarakat. Literasi agama, dalam bingkai bhinekatunggal ika dan ketersediaan generasi muda terpelajar untuk pengembangan daerah. Madin efektif untuk menjaga warga masyarakat dari radikalisme, intoleransi, dan perilaku merusak( Narkoba, Miras dan sebagainya).

“Saat ini Presiden Jokowi Mencanangkan Slogan Revolusi mental. Bagaimana akan terwujud jika sumber pendidikan karakter yang telah berhasil dan diakui oleh masyarakat justru di berangus dan dimatikan melalui kemendikbud 23 tahun 2017,” jelas Faisal lagi.

Slogan revolusi mental hanyalah slogan yang tak berarti jika realitasnya memberangus sumber pendidikan mental. Jika pendidikan madin dianggap punya kelemahan maka sudah seharusnya Negara turun memperkuatnya.

Aspek apa yang harus diperkuat Negara? Sarana prasara, kesejahteraan guru, pendidikan lanjut, afasilitas pembelajaran, akses madin terhadap pembangunan daerah.

Masjid Agung Surakarta
Masjid agung adalah milik ummat Islam yang sakral. Harus di jaga martabatnya sebagai tempat suci. Karena itu pelaksanaan istighosah di masjid agung untuk beribadah, melaksanakan sholat ashar dan berdoa kepada Allah.

“Karena apapun yang kami rencanakan tanpa ridha Allah tidak akan terwujud, Kami telah berkomitmen terhadap takmir masjid bahwa kami tidak akan berorasi politik, menyiapkan pasukan kebersihan agar masjid agung tidak kotor saat kami tinggalkan,” pungkas Kiai Faisal.

Sebelum beristighasoh melakukan kegiatan aksi, peserta kumpul di titik start di Sriwedari, Menyanyikan lagu Indonesia raya, sebelum diberangkatkan Longmarch dari Sriwedari sampai Bundaran Gladak.

Di bundaran Gladak, disampaikan beberapa orasi yang di pimpin oleh Kiai Ahmad Riyad, Kiai Joko Prawoto, dan Kiai Hudallah Ridwan. Pernyataan sikap bersama Oleh Kiai Mahbub didampingi PCNU Solo Raya. Mas habib sebagai MC

Longmarch dari Gladak ke Masjid Agung untuk Istighosah. Sholat Asar Berjamaah Imam K. H. Faishol, Pembukaan oleh MC Istghosah, di Koordinasi Oleh H. Habib Masduki, RMI-Sragen

Istighosah di Pimpin oleh Kiai Hamid, Doa di pimpin oleh 6 Rois Syuriah. Acara istighosah berakhir pukul 17.15, peserta kembali ke daerah masing-masing. (ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *