Bantu Atasi Persoalan Sampah, HolcimKerjasama Dengan Pemerintah DKI Jakarta

Anies Baswedan, Gubernur Provinsi DKI Jakarta bersama dengan Isnawa Adji, Helianti Sastrosatomo dan Francois Goulut berfoto bersama sesaat setelah penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dilakukan di TPST Bantargebang.

JATENGONLINE, JAKARTA – Sampah menjadi persoalan umum yang dihadapi semua kota di dunia. DKI Jakarta menjadi salah satu kota besar yang dihadapkan dengan persoalan sampah serta telah masuk dalam kategori darurat dan mendesak.

Setiap harinya, DKI Jakarta menghasilkan setidaknya 6.500 – 7.000 ton sampah yang dikirimkan ke Tempat Pengolahan SampahTerpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat.

Namun dengan tingginya jumlah sampah yang dihasilkan, serta kapasitas TPST Bantargebang yang diprediksi akan penuh pada tahun 2021, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dituntut untuk menemukan cara terbaik dalam mengatasi permasalahan sampah di Ibu kota.

Mengingat semakin terbatasnya kapasitas TPST Bantargebang, beberapa langkah telah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta untuk mereduksi jumlah sampah di lokasi pembuangan tersebut.

Isnawa Adji – Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta (kedua dari kiri) dan Helianti Sastrosatomo – Legal & Corporate Affairs Director Holcim Indonesia (kedua dari kanan) melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Holcim Indonesia dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang disaksikan secara langsung oleh Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Cement Industrial Performance Director Holcim Indonesia, Francois Goulut.

Tiga langkah yang telah dilakukan meliputi peningkatan sarana dan prasarana TPST Bantargebang melalui pembangunan Instalasi Pengolahan Air Sampah (IPAS), Pembangunan gedung Pusat Riset dan Edukasi Sampah Nasional, serta cover landfill dan perapihan zona.

Agar dapat lebih mengoptimalisasi upaya pengelolaan sampah DKI Jakarta, serta mengurangi jumlah sampah yang semakin menggunung di TPST Bantargebang, Pemerintah Provinsi DKIJakarta bersama dengan PT Holcim Indonesia Tbk pada Selasa, 15 Januari 2019 melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama tentang Penelitian Sampah di TPST Bantargebangyang dihadiri langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

PT Holcim Indonesia Tbk melalui unit bisnis Geocycle, sebagai penyedia layanan pengelolaan limbah akan melakukan uji coba pengolahan sampah dengan menggunakan berbagai metode untuk mengelola sampah menjadi sumber energi alternatif pengganti batu bara.

“Kerjasama penelitian sampah antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan Holcim Indonesia merupakan langkah awal dalam pelaksanaan landfill mining sebagai salah saturencana optimalisasi TPST Bantargebang serta menuntaskan permasalahan sampah yang terjadi. Kedepannya kami berharap dapat membantu untuk menuntaskan persoalan serupa yang dihadapi di kota-kota besar lainnya agar dapat menciptakan kondisi lingkungan yang lebih baik”, ujar Helianti Sastrosatomo, Legal & Corporate Affairs Director Holcim Indonesia.

Landfill Mining merupakan metode penambangan pada sampah lama untuk kemudian diteliti potensi kandungan di dalam sampah tersebut. Metode ini sebetulnya belum pernah dilakukan pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Indonesia. Sehingga TPST Bantargebang akan menjadi pilot project pelaksanaan landfill mining di Indonesia.

Untuk pengembangan penelitian ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan PT Holcim Indonesia Tbk akan didampingi oleh Dirjen Cipta Karya Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi serta Teknik Lingkungan dari Institut Teknologi Bandung (ITB). (ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *