PD BPR BKK Karangmalang Bangun Teamwork Berbasis Coaching

JATENGONLINE, SRAGEN – Persaingan lembaga keuangan, tidak terkecuali Bank Perkreditan Rakyat (BPR) sangat kompetitif. Bila tidak memiliki teamwork yang solid akan tergusur dan tergeser.

Menyadari kondisi yang demikian PD BPR BKK Karangmalang, Sragen. Membekali karyawan baru dengan materi perbankan dan soft skills. Demikian disampaikan Direktur Utama PD BPR BKK Karangmalang, H. Raji, SE, MM didampingi jajaran Direksi, Widodo, SH, MM dan Sriyadi, SE, MM, Kamis (28/2/2019) di Kantor Pusat PD BPR BKK Karangmalang, Sragen.

Lebih lanjut, Raji, menjelaskan ada 20 karyawan baru yang direkrut. Sebelum terjun di lapangan selama sepekan telah dibekali materi manajemen perkreditan dan manajemen dana oleh pejabat internal. Dilanjutkan motivasi, pelayanan prima dan coaching oleh Direktur Amalia Consulting, Suharno.

Raji menandaskan, ” Kalau teamwork bekerja kompak dan solid. Tidak ada pekerjaan yang tidak dapat diselesaikan. Inilah latar belakang kita menyelenggarakan pembekalan untuk karyawan baru “.

Di samping menyiapkan SDM kompeten dan profesional. BPR BKK karangmalang juga telah menyiapkan digitalisasi dalam bidang pelayanan dan operasional. Agar pelayanan lebih cepat dan efektif.

Sementara itu, Direktur Amalia Consulting, Suharno, menambahkan telah terjadi transisi dalam era kepemimpinan BPR BKK Karangmalang. Pejabat dan karyawan generasi X sebagian telah memasuki masa pensiun digantikan generasi Y atau melenial. Oleh karena itu p ola dan gaya komunikasi dan kepemimpinan juga harus berubah.

“Generasi melenial lebih terbuka, spontan dalam menyampaikan kritik dan gagasan. Serta tidak suka dinasihati. Sehingga pola komunikasi dan interaksi juga harus dirubah. Salah satu metode yang tepat digunakan adalah coaching,” paparnya.

Dalam proses coaching. Tidak ada yang lebih unggul. Namun setara. Coach akan mengajukan pertanyaan kunci untuk memberdayakan potensi personal dan profesional coachee. Sehingga komitmen dan action plan muncul dari coachee sendiri. Coach hanya bertindak sebagai fasilitator.

“Berdasarkan hasil penelitian penerapan sesi dan prinsip-prinsip coaching bisa meningkatkan kinerja dan produktivitas empat kali lipat. Suasana kerja lebih menyenangkan dan karyawan lebih bahagia. Karena tidak adanya tekanan. Apa yang dilakukan, dilakukan penuh kesadaran karena merupakan komitmen personal,” pungkas Suharno yang juga dosen parodi akuntansi dan MM Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta. (arn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *