SMPN 8 – BPBD Solo Simulasi Penanggulangan Bencana

JATENGONLINE, SOLO – Selasa (30/4/2019), Kepala SMP Negeri 8 Surakarta Triad Suparman, M.Pd. bersama BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kota Surakarta (4 orang), PMI Surakarta (7 orang), dan Damkar (Pemadam Kebakaran) Surakarta ( 6 orang ) mengerahkan seluruh warga sekolah mengadakan simulasi bencana alam.

Menurut KBBI ( Kamus Besar Bahasa Indonesia ) arti simulasi adalah : 1. Metode pelatihan yang meragakan sesuatu dalam bentuk tiruan yang mirip dengan keadaan yang sesungguhnya. 2. Penggambaran suatu sistem atau proses dengan peragaan berupa model statistik atau pemeranan. Simulasi adalah suatu proses peniruan dari sesuatu ynng nyata beserta keadaan sekelilingnya ( state of affairs ).

Kepala SMP Negeri 8 Surakarta Triad Suparman, M.Pd. menyampaikan, bahwa tujuan diadakannya simulasi bencana alam ini adalah untuk memberi pengetahuan tentang bahaya bencana alam, meningkatkan kewaspadaan akan bencana alam, mengurangi jumlah korban bila bencana alam sebenarnya terjadi.

Tujuan utama simulasi bencana alam yang disampaikan oleh petugas dari PMI yaitu untuk memberi pengetahuan dan meningkatkan kewaspadaan tentang bahaya bencana alam. Karena apabila suatu masyarakat tidak mengetahui tentang resiko bencana alam yang ada diwilayahnya, maka masyarakat tersebut tidak akan melakukan persiapan menghadapi resiko bencana. Kemudian saat bencana terjadi, tanpa adanya persiapan akan timbul kepanikan dan banyak korban.

“Simulasi ini merupakan latihan atau simulasi bencana digunakan untuk melatih kesiapan dalam keadaan darurat yang akan diantisipasi. Simulasi ini dirancang untuk memberikan pelatihan, mengurangi kebingungan dan memastikan kesiapan prosedur dan peralatan tanggap darurat”, kata Singkirno dari BPBD. Simulasi yang dilakukan di SMP Negeri 8 Surakarta adalah simulasi bencana alam berupa simulasi kebakaran, lanjutnya. Selain simulasi bencana alam karena kebakaran juga diadakan demo cara memadamkan api yang berasal dari kompor gas.

“Simulasi yang dilakukan di SMP Negeri 8 Surakarta ini merupakan yang pertama dilakukan di Kota Surakarta, semoga menjadi contoh untuk sekolah yang lainnya. Untuk membidangi tentang karakter siswa dalam hal ini tentang bahaya bencana alam dan kebakaran. Ini Simulasi dari Damkar yang pertama kali dilakukan, sangat mendukung sekali kepada Kepala Sekolah dan warga SMP Negeri 8 Surakarta dalam menghadapi kesiapsiagaan bencana. Semoga menjadi contoh untuk sekolah-sekolah yang lainnya,” kata Syaefudin petugas dari Damkar yang didampingi Agus, Aris dan Ferdi.

Dalam simulasi di SMP Negeri 8 Surakarta ini digambarkan terjadi kebakaran yang membuat panik seluruh warga sekolah yang sedang melaksanakan KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) . Kejadian itu membuat warga sekolah mengalami kebingungan. Ada yang berteriak minta tolong, ada juga yang memanggil ayah dan ibunya. Banyak juga yang menangis karena takut kejatuhan benda-benda yang ada di atas.

Meskipun panik siswa yang masih ada di dalam kelas bersama guru langsung berlindung di bawah meja. Mereka menyelamatkan diri dengan teratur mengikuti jalur keselamatan yang sudah dibuat oleh BPBD. Bukan hanya siswa dan guru, Kepala Sekolahpun juga terlibat menjadi peserta simulasi.

Begitu terdengar sirine dan lonceng berbunyi Guru dan Kepala Sekolah pun keluar dari ruangan masing-masing menuju ke titik kumpul yang sudah disiapkan. Walaupun jalur evakuasi sudah disiapkan sedemikian rupa, ternyata masih ada siswa dan guru yang terjebak dalam gedung, karena akses jalan tertutup kabut.

Merekapun panik mencari pertolongan, hingga akhirnya datang pertolongan dan dievakuasi oleh petugas. Namun di ruang IPA, ada seorang siswa yang terluka pada sebagian tubuhnya karena terkena kobaran api, hingga tidak bisa menyelamatkan diri. BPBD pun menyelamatkan siswa ini dengan cara mengirimkan tandu.

“Sekilas, kita lihat tadi keren, niat banget alias serius sekali,” kata Barli dari PMI. Sementara itu Triad Suparman, M.Pd. memberikan apresiasi terhadap aksi para petugas dari BPBD, Damkar dan PMI dalam melakukan simulasi ini.

“Menyenangkan juga menyedihkan kalau hal ini sungguh-sungguh terjadi. Sayangnya masih ada siswa dan guru yang tidak sungguh-sungguh dalam simulasi ini, kegiatan seperti ini harus rutin kita lakukan, mudah-mudahan kesiapsiagaan tetap terjaga,” kata Triad.

Simulasi penanggulangan bencana alam dengan pengerahan semua warga sekolah yang dilaksanakan oleh BPBD Kota Surakarta diharapkan membuat warga sekolah mengerti cara menyelamatkan diri saat bencana terjadi, korban yang timbul itu tidak banyak karena ada kesiapan dalam menghadapi bencana alam.

Simulasi ini merupakan bagian dari karakter warga sekolah agar selalu tanggap terhadap lingkungan dan memberikan edukasi tentang kesiapsiagaan kita terhadap gergrafis Indonesia yang rawan bencana. Simulasi ini sekaligus melaksanakan himbauan dari Dinas Pendidikan.

Dilaporkan Oleh : Ngateman, S.Pd. ( Waka Humas SMP Negeri 8 Surakarta )

One thought on “SMPN 8 – BPBD Solo Simulasi Penanggulangan Bencana

  • Sel, 30 Apr 2019 | 12:41 pada 12:41 PM
    Permalink

    Alhamdulillah simulasi berjalan lancar dan sukses

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *