Al Hijroh Membendung Radikalisme Di Kalangan Anak Muda Milenial

Ketua Lembaga Kajian Keislaman Al Hijroh, Fadhel Moubharok IF

JATENGONLINE, SUKOHARJO – Perang melawan radikalisme dan terorisme memang tidak pernah ada habisnya. Satu persatu pelaku ditangkap, tapi satu persatu pula muncul generasi baru. Meski para pelaku sudah dipenjara, tapi ideologi radikalisme tak bisa dipenjara, karena terus menyebar kedalam pemikiran generasi muda sampai detik ini.

Sementara adanya kemajuan teknologi telah dimanfaatkan kelompok radikal, untuk menyebarluaskan fahamnya yang salah. Media sosial telah dijadikan ‘alat’ propaganda yang efektif, dan secara tidak langsung digunakan untuk melakukan perekrutan. Dan ruang publik dunia maya ini, nyata-nyata terus mendapatkan perhatian tersendiri bagi generasi muda, karena media sosial menawarkan hal yang baru bagi millennial saat ini.

Ketua Lembaga Kajian Keislaman Al Hijroh, Fadhel Moubharok IF mengatakan, bahwa salah satu yang menjadi perhatian bersama adalah, masifnya ujaran kebencian di dunia maya. Ujaran kebencian inilah yang kadang ditelan mentah-mentah oleh sebagian pihak.

“Jika ujaran kebencian dibumbui sentimen SARA, maka berpotensi membuat konflik terjadi secara terbuka. Untuk itulah diperlukan sebuah upaya dan komitmen bersama, untuk melawan radikalisme di era millennial ini,” ujar Fadhel, ditemui dikantornya, Jl. Sidodadi Madegondo Grogol Sukoharjo. Rabu (24/7/2019)

Generasi muda diharapkan menjadi generasi yang aktif, lanjut fadhel, harus memberikan kontribusi positif bagi negeri ini. Jangan mau menjadi generasi pasif, yang bisa dipengaruhi oleh pihak-pihak yang tidak menginginkan kedamaian di negeri ini.

Membangun sikap saling pengertian antar sesama anak bangsa dan cinta tanah air untuk membendung, mencegah, dan mengantisipasi pemahaman radikalisme yang cukup masif dan giat, Lembaga Kajian Keislaman Al Hijroh berencana menyelenggarakan Dialog Kebangsaan dengan tema : “Peran Generasi Milenial Membendung Radikalisme Di Kalangan Anak Muda” yang bakal digelar di RM Bu Marni Gatak Sukoharjo, Jumat (26/7/2019) mendatang.

Menghadirkan sejumlah narasumber seperti Pdt. Abednego Utomo Prasetyo,.S.Th. (Gembala Gereja Injili Di Tanah Jawa Pati Jateng), Sahid Mubarok,.S.H. (Ketua PC GP Ansor Sukoharjo), Mantep Riyanto,.S.H. (Ketua Forum Komunikasi Lintas Kultural), Moderator Ki Janthit Sanakala (Ketua Forum Kebangsaan Solo Raya)

Sedikitnya ada 150 peserta yang diundang dari Perwakilan GP Ansor Sukoharjo, Banser Sukoharjo, Tokoh Masyarakat, Tokoh Lintas Agama, Ormas Keagamaan, Ormas Politik, Organisasi Kepemudaan, Mahasiswa dan Mahasantri, Pelajar dan Santri.

Melalui kegiatan ini, sebagai upaya membendung adanya oknum dan kelompok yang tidak bertanggungjawab memanfaatkan situasi nasional untuk merongrong persatuan dan kesatuan anak bangsa Indonesia. (ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *